Tak Ingin Seperti Indosat, DPR Didesak Tolak Usul Pemerintah Lepas Saham Garuda Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia Tomy Tampatty meminta kepada DPR RI untuk menolak usulan Kementerian BUMN yang ingin melepas saham pemerintah di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Usulan itu sebelumnya dikeluarkan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, yang meminta restu Komisi VI DPR RI untuk melepas 60 persen saham pemerintah di Garuda Indonesia.

Adapun opsi pelepasan saham ini muncul jika dalam penyelesaian restrukturisasi utang Garuda Indonesia nanti perseroan masih kekurangan dana untuk pulih. Kementerian BUMN ingin ada pemegang saham baru yang menyetorkan dana ke perusahaan.

"Intinya, kami meminta kepada ketua dan seluruh jajaran DPR menolak permohonan restu Kementerian BUMN melepas seluruh saham Garuda Indonesia kepada swasta," seru Tomy kepada Liputan6.com, Kamis (11/11/2021).

Alasannya, Tomy tak ingin Garuda Indonesia kelak memiliki nasib sama seperti Indosat, yang saham mayoritasnya dilepas kepada swasta.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Khawatir Bakal Seperti Indosat

Ilustrasi maskapai penerbangan Garuda Indonesia saat berhenti di apron Bandara Adi Soemarmo.(Liputan6.com/Fajar Abrori)
Ilustrasi maskapai penerbangan Garuda Indonesia saat berhenti di apron Bandara Adi Soemarmo.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Tomy khawatir, nasib Garuda Indonesia bakal seperti Indosat yang terkatung-katung gara-gara banyak menerima kerugian bersih hingga melakukan PHK massal pasca dimiliki asing.

"Jangan sampai Garuda Indonesia akan senasib dengan Indosat, dimana Indosat lepas ke tangan Asing di zaman anak presiden pertama Sukarno, Megawati menjadi presiden," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel