Tak Kunjung Laku, Aset Milik Tommy Soeharto Senilai Rp2,42 T akan Kembali Dilelang

Merdeka.com - Merdeka.com - Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) akan kembali melelang aset milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto berupa PT Timor Putra Nasional (TPN) di Karawang, Jawa Barat. Penawaran aset senilai Rp2,42 triliun ini menjadi yang keempat kalinya akibat tidak ada peminat.

"Asetnya Tommy Soeharto, masih (TPN) kita nanti mau kita lelang lagi," ujar Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban sekaligus Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan kepada awak media di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Meski begitu, Rio belum bersedia mengumumkan waktu pelelangan aset milik Tommy Soeharto tersebut. Pihaknya beralasan saat ini masih mencari waktu yang tepat untuk melakukan lelang.

"Lagi dilihat jadwalnya (untuk) kita melakukan penilaian ulang," ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga enggan membocorkan rencana untuk mengubah skema penawaran aset secara terpisah-pisah. Menyusul, masih belum adanya peminat untuk melelang aset milik Tommy Soeharto.

"Kita akan nilai lagi karena kan sudah beberapa kali peminatnya tidak ada. Nanti, akan kita nilai ulang," pungkasnya.

Ini Biang Kerok Aset Sitaan Kasus BLBI Tommy Soeharto Belum Laku

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan, Rionald Silaban menilai tidak lakunya aset milik Tommy Soeharto ini disebabkan tanah yang dilelang terlalu luas dan nilainya mencapai Rp2,4 triliun.

"Ya memang asetnya besar, 120 hektare lebih, penilaiannya Rp2,4 triliun," kata Rio dalam Taklimat Media, Jakarta, Jumat (14/10).

Rio mengaku memang tidak mudah menjual aset senilai Rp2,4 triliun. Apalagi dari sisi kondisi ekonomi global maupun domestik masih penuh dengan tantangan. Bila masa lelang aset ini habis, Satgas BLBI bisa membuka opsi melakukan penilaian aset ulang. Mengingat nilai aset yang sekarang hanya berlaku 6 bulan saja.

"Penilaian itu berlakunya untuk 6 bulan. Saya tidak akan menyuruh penilai untuk melakukan revisi tapi nanti melihat perkembangan yang ada secara natural setelah 6 bulan itu seharusnya dilakukan penilaian kembali," tuturnya.

Rio mengatakan saat ini pemerintah masih menunggu batas akhir waktu lelang aset. Sambil menunggu, pihaknya sedang mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya menangani aset milik anak Presiden Soeharto ini. [idr]