Tak Kunjung Lolos Program Kartu Prakerja, Mungkin Ini Penyebabnya!

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk penanganan pandemi covid-19 sepanjang 2020 dan berlanjut di 2021. Salah satunya bantuan diberikan kepada pencari kerja dan pekerja atau buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, yang membutuhkan peningkatan kompetensi melalui program Kartu Prakerja.

Hingga kini Pemerintah telah mengeluarkan 16 gelombang Kartu Prakerja. Penerima program tersebut setiap gelombangnya berbeda, hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan.

Banyak pendaftar Kartu Prakerja yang mengeluh karena sudah berulang kali mendaftar tapi tetap tidak terpilih menjadi peserta.

Dijelaskan di Instagram resmi @prakerja.go.id, Minggu (28/3/2021), alasan mengapa banyak pendaftaran yang gagal, dikarenakan ada anggota keluarga Anda yang sudah terdaftar menjadi penerima bansos lain tanpa Anda ketahui.

Bansos yang dimaksud yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). Jika anggota keluarga Anda sudah terdaftar menjadi penerima salah satu bansos tersebut, maka dipastikan Anda tidak bisa menjadi peserta program Kartu Prakerja.

“Sobat Prakerja, pendaftaranmu gagal karena sudah terdaftar sebagai penerima bansos, tapi merasa tidak pernah menjadi penerima? Apakah ada anggota keluarga kamu yang menerima bansos seperti PKH, BPNT, BST, atau KIS? Bila ya, maka Sobat tidak dapat menjadi peserta program Kartu Prakerja selama masa pandemi ini,” tulis keterangan @prakerja.go.id.

Namun, jika anggota keluarga Anda tidak terdaftar dalam salah satu bansos yang telah disebutkan tadi, Anda bisa melaporkan ke www.lapor.go.id atau di nomor hotline WhatsApp Kemensos di 0811-10-222-10 agar diubah statusmu. Dengan demikian, Anda bisa menjadi peserta Kartu Prakerja.

Mungkinkah Kartu Prakerja Gelombang 17 Dibuka di Semester I 2021?

Kartu Prakerja
Kartu Prakerja

Sebelumnya, Program Kartu Prakerja telah membuka pendaftaran untuk gelombang 16 sejak Jumat (26/3/2021) kemarin pukul 12.00 WIB. Kuota 300 ribu peserta pun dipersiapkan untuk sesi pendaftaran kali ini.

Artinya, target kuota 2,7 juta peserta Kartu Prakerja pada semester I 2021 telah terpenuhi, sehingga proses rekrutmen akan ditutup pada gelombang 16 ini.

Namun, pihak manajemen pelaksana (PMO) masih buka kemungkinan jika pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 17 akan dibuka pada semester I 2021.

Kemungkinan ini merujuk pada potensi dicabutnya kepesertaan dari peserta Kartu Prakerja gelombang 12-16 yang tidak memanfaatkan dana insentif untuk membeli pelatihan pertama.

Mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020, peserta yang dalam 30 hari sejak diumumkan sebagai peserta tidak segera membeli pelatihan pertama, maka kepesertaannya akan dicabut.

"Kami masih memantau kemajuan para penerima Kartu Prakerja dalam membeli pelatihan pertama. Menurut Permenko, mereka harus sudah membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari setelah ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja," terang Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu, dikutip Sabtu (27/3/2021).

"Bila tidak maka kepesertaannya akan dicabut. Nanti kami mungkin akan membuka gelombang tambahan untuk menampung ini," ujar Louisa.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: