Tak Lekang oleh Waktu, Pertanian Ciptakan Lapangan Kerja Bagi Generasi Milenial

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) terus berfokus untuk meningkatkan produktivitas dengan cara terus meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian. Termasuk dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi milenial.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan komitmennya dalam menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha.

"Oleh karenanya, salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktifitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan, adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024," katanya.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan bahwa pertanian adalalah sektor yang sangat menjanjikan.

Menurutnya, walaupun terdapat banyak tantangan bagi para pengusaha pertanian muda, namun terdapat pula banyak kesempatan yang terbuka bagi para pemuda untuk berkontribusi di bidang pertanian.

"Contohnya, terdapat kebutuhan petani sebanyak 81.090.000 yang mana sudah terisi hanya setengahnya yaitu sebanyak 38.224.371 petani, sehingga masih dibutuhkan sebanyak 42.865.629 petani," ungkap Dedi.

Melalui Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP mengadakan Koordinasi Teknis Pendampingan Mahasiswa 2021 dan Penyusunan Revisi Renstra Pendidikan Vokasi Pertanian 2020-2021, 14 Oktober - 17 Oktober 2021 di Sorong, Papua Barat.

Pendampingan mahasiswa, alumni, dan siswa sendiri bertujuan dalam pencapaian program Ketersediaan Pangan dan Padat Karya adalah untuk memberikan manfaat bagi pelaku utama dan pelaku usaha di Kawasan Pertanian. Utamanya dalam penerapan teknologi pertanian guna peningkatan ketersediaan pangan, dengan fokus pendampingan perkembangan food estate dan kawasan pertanian.

Juga perkembangan realisasi Kegiatan Peningkatan Kesediaan Pangan Food Estate dan Pertanian Terintegrasi Tahun Anggaran 2021, serta pendampingan petani bersama penyuluh dalam melaksanakan usaha taninya.

Membuka acara secara online, Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menyampaikan bahwa dalam mengatasi kendala diperlukan komitmen bersama untuk update data terkini, menetapkan petugas yang dikuatkan dengan surat keputusan pimpinan serta sosialisasi penghitungan target dan realisasi kinerja.

"Jenis kegiatan pendampingan mahasiswa, alumni, siswa yang dilakukan pun beragam seperti pembekalan, koordinasi dan sinkronisasi program dilaksanakan di tingkat Pusat, Wilayah, dan Perguruan Tinggi," katanya.

Sedangkan pendampingan petani meliputi perencanaan dan pelaksanaan usaha tani, introduksi teknologi dan kelembagaan petani, monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Panitia Kerja Tingkat Pusat, Kelompok Kerja Wilayah Koordinasi, Kelompok Kerja Pendampingan dan Pelaksana berupa identifikasi dan penyelesaian permasalahan produksi pangan, dan terakhir adalah pelaporan.

Kegiatan pendampingan oleh Perguruan Tinggi dilaksanakan pada dua kali musim tanam dalam satu Tahun Anggaran.

"Masa pendampingan disesuaikan dengan kalender pendidikan dari masing-masing Polbangtan dan SMK-PP di setiap wilayah sentra produksi," tambahnya.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel