Tak Lengkap, Berkas Dua Kasus Besar di Makassar Dikembalikan Jaksa ke Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Penanganan dua kasus besar di Kota Makassar, yakni aborsi 7 janin dan pembunuhan petugas Dishub Makassar yang diotaki eks Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Iqbal Asnan, masih berada di kepolisian. Kejaksaan Negeri Makassar mengembalikan berkas kedua kasus itu, karena belum memenuhi syarat atau P19.

Kepala Seksi Intel Kejari Makassar Andi Alamsyah membenarkan berkas kasus pembunuhan petugas Dishub, Najamuddin Sewang dan aborsi 7 janin telah diperiksa jaksa peneliti. Berdasarkan pemeriksaan, berkas masih dianggap belum memenuhi syarat.

Untuk berkas kasus pembunuhan Najamuddin Sewang, kata Alamsyah, jaksa peneliti telah meminta penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Makassar (Polrestabes) Makassar untuk dilengkapi. "Berkas masuk pada 20 Juli 2022. Tujuh hari kemudian kita anggap P19," ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/8).

Meski demikian, Alamsyah tidak mengungkapkan berkas apa saja yang perlu dilengkapi penyidik Polrestabes Makassar untuk kasus yang menjerat Iqbal Asnan. Alasannya, hal tersebut tidak bisa sampaikan untuk umum.

"Sesuai KUHP, 14 hari setelah petunjuk diberikan, diserahkan lagi," tegasnya.

Begitu juga dengan berkas kasus aborsi tujuh janin. Alamsyah mengatakan berkas tersebut masih P19.

Tunggu Tes DNA

Terpisah, Kepala Unit I Bidum Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Inspektur Satu Jaelani membenarkan berkas kasus aborsi tujuh janin dikembalikan Kejari Makassar. Jaelani mengungkapkan berkas tersebut dianggap belum lengkap, lantaran belum adanya hasil tes DNA tujuh janin dengan kedua tersangka yakni SM (30) dan NM (29).

"Petunjuk dari kejaksaan menunggu hasil tes DNA dari Jakarta. Sampai sekarang hasil tes DNA belum ada," ungkapnya.

Selain itu, Jaelani mengungkapkan jaksa peneliti juga meminta penyidik agar kasus aborsi 7 janin dipisah. Untuk itu, pihaknya menjalankan petunjuk jaksa sembari menunggu has tes DNA dari Jakarta. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel