Tak Mampu Bayar Ambulans, Istri Payungi dan Tangisi Jenazah Suami di Mobil Pikap

Merdeka.com - Merdeka.com - Karena tak punya biaya, Ayi Hidayat warga Kampung Rabig, Desa Ku­jangjaya, Kecamatan Cibeber, Lebak, Banten terpaksa mengangkut jenazah suaminya menggunakan pikap. Kondisi tersebut menjadi perbincangan publik setelah videonya saat menggunakan pikap untuk mengangkut jenazah sang suami viral di media sosial.

Video yang viral tersebut menggambarkan situasi saat jenazah melintas di Jalan Simpang – Bayah, tepatnya di Pasir Putih, Kecamatan Cihara me­nuju Cibeber, Sabtu, (17/9).

"Spontan saja, saya kebetulan lagi ke arah Bayah Sabtu lalu sendirian bawa ambulans, eh di depan ketemu losbak itu, menariknya di losbak itu ada ibu-ibu yang pegangin payung sambil nangis dan ada jasad ditutup kain di bawahnya,"kata Ketua Relawan Respek Peduli Lebak Delima Humairo, saat dirinya melihat seorang warga mengangkut jenazah.

"Saya berkali-kali zoom kamera HP ternyata baner. Dikejarlah sama saya tetapi enggak berhenti juga sampai terhenti di jembatan Cisiih karena ada buka tutup," imbuhnya.

Delima melanjutkan saat melihat kondisi tersebut, si ibu ditawarkan agar jenazah diangkut menggunakan ambulans. Namun si ibu sempat menolak karena takut diminta biaya.

"Saya turun dan tawari pindahkan jenazah itu ke ambulans saya. Mereka sempat menolak karena enggak ada uang. Saya jelaskan berkali-kali kalau saya enggak harus dibayar baru mereka mau,"ujarnya.

Berdasarkan informasi sang suami meninggal akibat mengidap sakit diabetes akut. Dalam kondisi kritis sang istri membawa suami menuju RSUD Malingping.

Saat di perjalanan ke rumah sakit, suami meninggal dunia dan istri almarhum memutuskan untuk kembali pulang dengan menggunakan mobil pikap. [eko]