Tak Mau Akui Status Profesional Evan Dimas, PSSI Dituding Keras Kepala

TRIBUNNEWS.COM – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB ) DPR, Marwan Ja'far, menyesalkan sikap PSSI yang ngotot menolak permohonan alih status kapten Timnas U-19 Indonesia, Evan Dimas Darmono, dari pemain amatir ke profesional. dengan alasan klub asalnya tidak diakui sebagai anggota PSSI.

Sementara Andik Vermansyah yang merupakan rekan seklub Evan Dimas, juga terancam tidak mendapat international transfer certificate (ITC) dari PSSI, karena berasal dari klub yang sama, Persebaya 1927.

Marwan menilai persoalan ini berakar atas dualisme Liga yang masih belum "berdamai". Dan disayangkan tidak ada kebijakan baik yang diambil PSSI untuk mengusahakan agar Evan Dimas yang namanya membubung setelah berhasil memimpin rekan-rekannya di timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 September silam, alih statusnya bisa dilakukan dengan segera.

"PSSI harusnya bijak bagaimana berjuang mencarikan klub buat Evan yang sudah berjuang mengharumkan bangsa dan negara. Atau mencari kebijakan lebih bijaksana terkait klub asal Persebaya 1927. Bukannya ngotot seperti ini. Ini sangat merugikan anak bangsa yang sudah berjuang," tegas Marwan saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (14/10/2013).

Jika PSSI tidak mengambil sikap, dikhawatirkan kendala ini malah nantinya akan berdampak negatif terhadap laju prestasi Timnas U-19 yang Sabtu malam pekan lalu, mencetak tiga gol saat Garuda Muda menundukkan Korea Selatan 3-2 dalam laga Grup G Piala Asia U-19 di Jakarta.

Marwan menatakan, niat baik PSSI menyelesaikan polemik ini juga setali dua uang dengan sikap Kementerian Pemuda dan Olah Raga yang mesti turun tangan menyikapi persoalan ini. Ia berharap Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo turun tangan menyelesaikan status pemain profesional Evan.

Sebelumnya Sekretaris PT Liga yang juga menjabat Deputi Bidang Organisasi PSSI Tigor Shalom Boboy mengatakan, sebenarnya Evan Dimas masih dimungkinkan mendapat status resmi sebagai pemain profesional. Syaratnya, dia mau bergabung dengan klub lain di luar Persebaya 1927.

Persebaya 1927 adalah klub yang berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia (IPL). Dalam konsep penyatuan liga, Maret silam, PSSI menjabarkan empat tahap, dimulai dari menyusun regulasi, verifikasi klub (November-Desember), finalisasi jumlah klub peserta kompetisi pada Desember, dan peluncuran kompetisi baru pada Januari 2014.

Untuk kompetisi profesional paling elite akan terdiri atas 22 klub, gabungan dari 18 klub Liga Super Indonesia (ISL) dan 4 klub IPL, ditentukan dari hasil kompetisi musim ini. Namun, untuk klub IPL yang punya ”kembaran” di ISL dan masuk empat besar, klub IPL itu (ada tambahan istilah dan bukan anggota PSSI) akan dicoret dan digantikan klub di bawahnya yang tidak bermasalah.

"Permasalahannya adalah klub tempatnya (Evan) bernaung itu statusnya tidak diakui PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia. Status Evan Dimas menjadi pemain profesional bisa diakui federasi kalau ia terdaftar sebagai pemain di klub profesional yang diakui PSSI. Intinya, kami tidak pernah mempersulit pemain," tutur Tigor.

Menyangkut Andik, Tigor mengatakan, PSSI juga tidak akan mempersulit pemain tersebut jika nantinya dia jadi bermain di Ventforut Kofu. PSSI akan tetap mengeluarkan ITC Andik untuk Federasi Sepak Bola Jepang.

"Namun, di ITC itu, keterangan asal klub Andik bukan Persebaya 1927, melainkan Persebaya yang musim depan akan bermain di ISL," ujarnya.

Hal itu dimungkinkan karena sebelum terjadi dualisme liga dan kepengurusan federasi sepak bola Indonesia, Andik bermain di klub Persebaya yang saat itu diakui PSSI.

Sekretaris Jenderal PPSI Joko Driyono menambahkan, permintaan ITC dan alih status merupakan hak pemain. PSSI tidak pernah berpikir untuk menghambat karier pemain.

Joko menjelaskan, alih status dimungkinkan jika si atlet bermain untuk klub yang diakui oleh PSSI. Adapun kasus Andik, PSSI tetap akan menerbitkan ITC karena Andik telah terdaftar sebagai pemain profesional sebelum Kongres PSSI Maret.

Baca Juga:

Tak Mau Akui Status Profesional Evan Dimas, PSSI Dituding Keras Kepala

2.943 Polisi Jaga Jakarta Night Religious Festival

Website Kemenag.go.id Di-Hack

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.