Tak Mau Berfantasi, Quartararo Fokus Amankan Runner-up

I Gede Ardy Estrada
·Bacaan 1 menit

Dengan dua race tersisa, pembalap Petronas Yamaha SRT itu tak mau berfantasi. Meski secara matematis punya kesempatan, kenyataannya bakal tidak mudah bagi Quartararo.

Memang masih ada 50 poin maksimal yang bisa diraih, namun jika melihat apa yang terjadi di dalam trek, bisa dipahami jika El Diablo memperlihatkan sinyal "menyerah".

Pada awalnya, musim Quartararo berjalan lancar hingga satu per satu masalah menghampiri. Situasi diperparah dengan terus berprogresnya para rival, khususnya Suzuki.

Puncaknya terjadi dalam MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Ia hanya finis ke-14 dan kini tertinggal 37 poin dari pemuncak klasemen Joan Mir (Suzuki Ecstar).

Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRT

Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRT<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRTGold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

Sebenarnya, performa Quartararo bisa dibilang lebih baik dibandingkan tiga rider Yamaha lainnya: Franco Morbidelli, Maverick Vinales serta Valentino Rossi.

Ia sukses meraih tiga kemenangan. Hanya saja, konsistensi, motor, serta ban baru Michelin jadi kendala yang turut andil mengacaukan musim El Diablo pada MotoGP 2020.

Sebelum benar-benar menyerah, Quartararo tetap akan mencoba peruntungannya lagi pada MotoGP Valencia di sirkuit yang sama pada 15 November mendatang.

"Saya sudah tidak sabar tampil dalam balapan selanjutnya karena sangat sulit menerima hasil musim ini yang naik turun," kata Quartararo.

"Mungkin orang-orang pikir saya tidak termotivasi, namun yang saya rasa justru sebaliknya. Saya ingin tampil maksimal dan bisa meraih posisi setinggi-tingginya."