Tak Mau Bergantung ke Amerika Serikat, Budi Waseso Lobi 11 Negara untuk Impor Kedelai

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso tengah berdiskusi dengan sejumlah negara guna menambah ketersediaan stok kedelai impor, khususnya untuk produksi tahu dan tempe.

"Banyak sebenarnya, ada 11 negara yang memproduksi kedelai yang sedang negosiasi,"kata Buwas di Gudang FKS Multi Agro Bekasi, Senin (18/4).

Namun, dia tak ingin sembarang memilih bakal menjalin kontrak dengan negara mana saja. Pemerintah akan terlebih dulu berdiskusi dengan pihak produsen tahu dan tempe.

"Jadi nanti akan saya uji coba contoh-contoh itu kedelai kepada para pengrajin, ini cocok enggak dengan harga relatif murah? Kalau nanti dia cocok, ya sudah kita datangkan," ungkapnya.

Saat ini, pengadaan kedelai impor masih bergantung dari Amerika Serikat saja. Tapi, dia enggan selamanya hanya bersandar nasib pada Negeri Paman Sam saja.

"Umpamanya hari ini bisa masuk 100 ribu ton dari Amerika. Tapi belum tentu bulan depan bisa 100 ribu ton. Mungkin ada masalah panen, produksi, dan lain-lain. Jadi kita harus ada alternatif, sehingga pengrajin tempe tahu dijamin barangnya ada," tuturnya.

Jajaki 11 Negara

Oleh karenanya, Perum Bulog kini tengah menjajaki kontak dengan 11 negara selain Amerika Serikat. Sebelum mencapai kesepakatan, kedelai impor tersebut akan terlebih dulu diuji kecocokannya untuk produksi tahu tempe.

"Nanti akan kita uji sampelnya, diujikan ke temen-temen pengrajin tempe tahu, ini bagus untuk tempe tahu atau kedua-duanya. Beberapa negara di antaranya India, Brasil, Argentina. Ada beberapa negara, termasuk juga Australia," terangnya.

Untuk alasan impor, Buwas memaparkan, petani kedelai lokal belum akan bisa memproduksi dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga terpaksa pemerintah harus mendatangkan kedelai impor, utamanya saat ini dari Amerika Serikat (AS).

"Kenapa kita datangkan dari Amerika? Pertama, yang sudah siap yang dari Amerika. Kedua, karena ini speknya yang dibutuhkan para pengrajin tahu tempe," bebernya.

"Jadi Bulog mendatangkan dan membeli ini tidak sembarangan asal kedelai. Kita tanya dulu pengarjin tempe/tahunya. Pengrajin itu yang suka seperti apa, baru kita mendatangkan," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel