Tak Mau Bikin Gaduh, Harga BBM dan Tarif Listrik Tak Naik Hingga 2024?

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo memerintahkan para menteri dan pejabat berwenang untuk tidak membuat kebijakan yang berpotensi membuat kegaduhan menjelang tahun politik 2024.

"Arahannya Presiden, kalau bisa sampai tahun 2024 ini tidak gaduh," kata Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, Kementerian Keuangan, Made Arya Wijaya saat ditemui di Hotel Swiss-Belinn, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/11) malam.

Dia mencontohkan kenaikan tarif listrik dan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah akan berupaya untuk menahan kenaikan harga tersebut tak naik jelang tahun politik.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan menaikkan kenaikan harga BBM subsidi tahun ini ketimbang melakukannya di tahun depan.

"Jadi alokasi yang ada saat ini sengaja dipakai agar tahun depan tidak naik, itu cara bacanya," kata Made.

Sehingga semua kebijakan yang dibuat pemerintah sebisa mungkin ditahan agar tidak menimbulkan kegaduhan menjelang tahun politik di tahun 2024. Baik itu untuk tarif listrik, BBM subsidi, cukai rokok dan sebagainya. "Ya semua ya dikendalikan," katanya.

Kebijakan Cukai Rokok

Kebijakan lainnya soal kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok yang baru sama ditetapkan. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, pemerintah menaikkan tarif CHT sekaligus untuk dua tahun dalam waktu bersamaan.

Mulai tahun 2023 dan 2024, tarif cukai rokok naik rata-rata sebesar 10 persen. Selain menjadi yang pertama kalinya, secara historis hal pada tahun politik 2014 dan 2019 pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok.

Kebijakan cukai rokok diputuskan tahun ini agar tidak menimbulkan kegaduhan menjelang tahun politik di tahun 2024. "Jadi ya bahasanya dikendalikan (kebijakan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan)," ungkap Made. [idr]