Tak Mau Repot Bongkar Koper, Jemaah Haji Gelombang 2 Patuhi Larangan Bawa Zamzam

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah yang tergabung dalam kloter JKG 24 sudah mulai berkemas. Mereka sudah lebih kurang sembilan hari berada di Madinah dan menyelesaikan Salat Arbain, salat 40 waktu tanpa putus. Artinya, waktu kepulangan ke Tanah Air telah tiba.

JKG 24 adalah kloter pertama untuk gelombang kedua yang diberangkatkan dari Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah. Mereka akan meninggalkan hotel malam nanti menuju bandara, untuk selanjutnya terbang ke Tanah Air pada Sabtu (30/7) subuh waktu Saudi.

Ati Yanwar, (52) jemaah asal Tangerang Selatan mengaku senang akan segera bertemu keluarga yang telah dia tinggalkan selama lebih kurang 42 hari. Meski demikian, dia merasa sedih akan meninggalkan Tanah Suci.

"Rasanya campur-campur, senang ketemu anak-anak tapi sedih karena setelah Mekkah akan meninggalkan Madinah," katanya saat ditemui di Hot Dyar Al Nakheel Madinah, Jumat (29/7).

Ati ikut memantau proses penimbangan kopernya yang dilakukan petugas di lobi luar hotel. Dia mengaku tidak memasukkan air zamzam ke koper.

"Kita serombongan pilih taat aturan saja, nanti sampai Tanah Air kan juga dapat. Insyaallah seorang 5 liter cukup," kata Ati kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022.

Dia dan rombongannya menerima aturan yang sudah cukup sering disosialisasikan sejak saat manasik di Tanah Air, di Mekkah, dan setibanya di Jeddah. Apalagi aturan itu dibuat karena alasan keselamatan penerbangan.

"Alhamdulillah teman-teman di rombongan saya ngerti semua, dari karu sampai jemaah paham. Di Mekkah kita banyak dapat berlimpah zamzam tapi kita enggak kita manfaatkan itu untuk dibawa, diminum langsung saja," katanya.

Meski tidak membawa zamzam, dia menyiapkan oleh-oleh lain, seperti sajadah, kurma, abaya hingga makanan cepat saji Albaik.

"Anak-anak itu pesan bawain Albaik. Katanya gak mau oleh-oleh aneh, maunya Albaik aja," kelakar Ati.

Setiap jemaah diberikan jatah 32 kg untuk koper bagasi. Agar tak kelebihan muatan, mereka inisiatif menimbang lebih dulu dengan timbangan pribadi.

"Jadi kita beli alat timbangan yang kecil, lalu kita timbang sendiri dulu," kata Ibu Iin, jemaah lainnya.

Ini perjalanan haji pertama untuk Ati dan Iin. Tetapi keduanya mengaku puas dengan layanan yang diberikan. Setiap ada kendala, pasti ada petugas yang membantu.

Barang Bawaan Jemaah Lebih Tertib

Ketika di Mekkah, banyak koper jemaah terpaksa dibongkar petugas karena mesin X-Ray mendeteksi air zamzam di dalamnya. Bahkan di satu waktu, hampir satu kloter koper jemaah dikembalikan karena banyak sekali air zamzam baik dalam kemasan air mineral juga jeriken.

Kejadian itu menjadi pelajaran penting untuk jemaah lain agar tidak mengulangi kesalahan serupa.

"Alhamdulillah secara keseluruhan bagus, sebelumnya rekan-rekan sudah rapat dengan ketua regu dan ketua rombongan dan kita sudah antisipasi kita sampai beberapa hal ke jemaah," kata Bambang Kurniawan (50), jemaah JKG 24.

Jemaah, katanya, sudah berkali-kali diingatkan agar muatan koper bagasi tidak lebih dari 32 kg. Selain itu, jemaah jangan coba-coba bawa air zamzam jika tidak ingin kopernya dibongkar.

"Alhamdulillah semua memahami. Walaupun air zamzam ini menjadi oleh-oleh utama jemaah untuk keluarga tapi pada akhirnya jemaah menerima. Karena yang terjadi di Mekkah jadi perhatian kita bersama. Jadi Alhamdulillah tertib dan gak ada yang harus repot-repot bongkar lagi," katanya.

Jemaah memutuskan membeli sendiri timbangan manual. Sehingga bila koper terlalu berat, akan dirapikan ulang sebelum nantinya ditimbang langsung oleh petugas.

"Alhamdulillah prosesnya jadi cepat, paling tadi ada satu dua koper yang kelebihan jadi harus dibuka dan dikurangi beratnya," tutup Bambang. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel