Tak Mau Terusir dari Laut China, Amerika Ubah Taktik Perang

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Armada militer Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan tengah ditinjau. Pimpinan Angkatan Bersenjata AS (US Armed Forces), ingin memastikan apakah memiliki jangkauan tembak yang jauh dan jumlah cukup pasukan untuk mempertahankan diri di wilayah tersebut.

Dalam berita VIVA Militer 5 Agustus 2020, Komandan Angkatan Darat Amerika, Jenderal James McConville, memastikan bakal berupaya keras untuk mengakhiri dominasi China di Laut China Selatan.

Salah satu caranya adalah memikirkan perubahan strategi dalam menghadapi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di kawasan yang disengketakan banyak negara.

Menurut laporan Pusat Kajian Strategis Internasional (CSIS) yang diperoleh VIVA Militer, McConville memfokuskan prioritas utama tembakan presisi jarak jauh, dan tengah mencari opsi untuk memasang senjata dengan kualifikasi itu di Indo-Pasifik.

VIVA Militer: Armada tempur Amerika Serikat (AS) dan Australia di Laut Filipina
VIVA Militer: Armada tempur Amerika Serikat (AS) dan Australia di Laut Filipina

McConville optimis, dengan perubahan strategi maka pasukan militer Amerika akan mampu menangkal ancaman musuh yang punya kekuatan besar seperti China, bahkan Rusia.

"Perubahan (strategi) akan memungkinan kami untuk mengalahkan musuh potensial seperti China dan Rusia," ucap McConville dikutip VIVA Militer dari South China Morning Post (SCMP).

Pernyataan McConville itu ternyata muncul setelah Komandan Korps Marinir AS (US Marine Corps), Jenderal David Berger, membeberkan rencana penarikan pasukan dalam jumlah besar. Jadi, nantinya pasukan Marinir AS tidak akan berkonsentrasi pada perang darat dan menyerahkan tanggung jawab itu kepada pasukan reguler.

Di sisi lain, Garda Nasional Angkatan Darat AS, (US Army National Guard), dikabarkan sudah memindahkan sebagian besar pasukan di bawah komando di delapan divisi, untuk meningkatkan kekuatan tempur pasukan darat.

Seorang pengamat militer yang berbasis di Hongkong, Song Zhongping, menganalisa bahwa apa yang dilakukan militer Amerika adalah bagian dari strategi Indo-Pasifik, dalam perlawanan terhadap China. Amerika ingin mendapat kemenangan tak hanya di laut, tetapi juga di darat, udara, dan ruang angkasa.

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN)
VIVA Militer: Pasukan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN)

"AS ingin memperkuat kemampuan serangannya dengan mengintegrasikan sistem daya tembaknya di darat, udara, laut, dan ruang angkasa. Dan, menggabungkan itu semua dengan pasukannya dalam sistem tempur operasi gabungan yang kuat," kata Zhongping.

"Tujuannya adalah untuk memblokir seluruh saluran (militer China) di Laut China Timur dan Selatan. Selain itu, Amerika juga akan bekerja sama dengan sekutu regionalnya untuk menghentikan armada PLA agar tidak melanggar 'rantai pulau pertama, yang didirikan Washington'," ujarnya.

BACA: Torpedo Kiliat Militer Rusia Getarkan Nyali Amerika