Tak Mau Vaksin, Ibu di AS Menyesal Anaknya Meninggal karena COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang ibu dua anak di AS yang juga berprofesi sebagai guru sains di sekolah menengah sekaligus pelatih voli mengaku menyesal karena bayinya meninggal karena COVID-19.

Ibu tersebut, Jackqueline Lowery kini sedang berduka setelah kehilangan bayinya. Namun di tengah duka, ia juga menegaskan kepada keluarga lainnya untuk segera mendapat vaksin.

Menurut ibunya, Lowery tidak divaksinasi karena ia sedang menyusui putranya yang berusia 9 bulan dan masih merasa tidak yakin akan bagaimana efek vaksin pada ASI yang dikonsumsi anaknya nanti.

"Saya menyarankan semua orang untuk mendapatkan suntikan," kata ibunya, Emma Lowery, dikutip dari Health. Ia juga menyebutkan kalau dirinya juga menderita COVID-19 tapi kini ia telah divaksinasi.

"Saya mohon. Saya minta. Saya menangis. Dapatkan suntikan. Itu akan menyelamatkan hidup Anda. Saya mencintai putri saya. Saya mencintai keluarga saya. Tolong dapatkan suntikan. Untuk menyelamatkan hidup Anda."

Rekomendasi vaksin

Sementara itu, CDC telah mengeluarkan rekomendasi vaksin COVID-19 bagi orang berusia 12 tahun ke atas, termasuk mereka yang sedang menyusui. Vaksinasi untuk ibu menyusui mungkin sangat penting, karena CDC melaporkan bahwa orang yang baru saja melahirkan lebih mungkin sakit parah jika mereka tertular COVID-19.

"Vaksin COVID-19 tidak dapat menyebabkan infeksi pada siapa pun, termasuk ibu atau bayi, dan vaksin tersebut efektif mencegah COVID-19 pada orang yang sedang menyusui," jelas CDC.

CDC juga menyatakan bahwa temuan terbaru juga menunjukkan orang menyusui yang telah menerima vaksin mRNA COVID-19 (baik vaksin Pfizer atau Moderna) memiliki antibodi dalam ASI mereka. Meskipun masih banyak data yang diperlukan, namun dengan ini menunjukkan bahwa ASI dapat memberikan manfaat perlindungan kepada bayi.

Segera vaksin

Sepupu Lowery, Jessica Brigman, adalah seorang perawat yang telah merawat banyak pasien dengan COVID-19. Ia turut menyarankan orang-orang untuk segera divaksin, terlebih setelah melihat sepupunya dirawat di rumah sakit selama tiga minggu akibat COVID-19 dan kemudian meninggal.

"Saya telah melihatnya berulang kali. Bersama dengan staf saya, setiap dokter, setiap perawat, terapis pernapasan, kami telah melihatnya. Itulah mengapa saya memohon kepada keluarga saya dan teman-teman saya. Siapapun yang bertanya kepada saya soal haruskah Anda divaksinasi? Seperti inilah alasannya. Saya tidak perlu memberi mereka data lagi. Saya tidak perlu memberi mereka alasan lagi, jika ada yang bertanya kepada saya, mengapa mereka harus mendapatkan vaksin? Saya akan tunjukkan mereka fotonya," tulis Brigman.

Cara Lowery merawat kedua anaknya hanyalah salah satu hal yang dikagumi orang tentangnya. "Selalu bersyukur atas banyak momen yang kami bagikan dengan Jackie ... tidak pernah ada momen yang membosankan. Kehadirannya adalah hadiah dan tulus. Saya selalu mengagumi bagaimana ia membesarkan putri dan putranya, dan mencintai keluarga & teman-temannya," kata seseorang dalam komentar di halaman GoFundMe.

Bagi siapapun, kehilangan seseorang itu sangat menyakitkan. Ibu Lowery mengatakan bahwa kini ia hanya memohon kepada Tuhan agar selalu menjaga keluarganya.

Infografis Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Aman untuk Ibu Menyusui. (Liputan6.com/Niman)

Infografis Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Aman untuk Ibu Menyusui. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Aman untuk Ibu Menyusui. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel