Tak Melulu Impor, Erick Thohir Upayakan Pengadaan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan, pemerintah tidak hanya melakukan impor vaksin saja. Akan tetapi terus mencari jalan untuk bisa pengadaan vaksin merah putih atau vaksin kerjasama swasta Indonesia dengan swasta asing yang juga sangat terbuka.

Erick Thohir mengatakan, peluang kerjasama vaksin terhadap swasta tentu saja harus sesuai dengan standar diberikan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO, serta mekanisme yang ada di Indonesia.

"Nah inilah yang kita coba fokuskan dimana targetnya 70 persen masyarakat Indonesia bisa divaksin," katanya dalam acara MilenialHub 2021, secara virtual Jumat (17/4).

Menteri Erick menambahkan, jika program vaksinasi nasional bisa dipercepat maka bisa menjadi game changer bagi Indonesia. Setidaknya bisa mengurangi angka kematian dan penularan Covid-19.

"Alhamdulillah kita sudah total vaksinasi ini 16 juta di mana kurang lebih 11 juta vaksinasi pertama yang 6 juta vaksinasi kedua," jelasnya.

Meski begitu, Erick Thohir mengaku tidak begitu bahagian dengan upaya vaksinasi dilakukan di Tanah Air. Karena masih ada kendala globe reaction kepada neagra-negara eropa yang saling menahan vaksin-vaksin tersebut.

"Kita juga menjadi terjepit ya. Alhamdulillah kita masih punya sekarang," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Target Produksi Vaksin Merah Putih yang Dikembangkan Unair Awal 2022

Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi di RSCM di Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan secara resmi memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun pada hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi di RSCM di Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan secara resmi memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun pada hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Target produksi Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) bekerjasama dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia tercapai pada awal 2022. Saat ini, produksi Vaksin Merah Putih sudah memasuki masa praklinik, yang segera masuk uji klinik.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan, ada dua jenis Vaksin Merah Putih, yaitu yang dikembangkan Unair dan Lembaga Biologi Molekuler (LBM). Perkembangan Vaksin Merah Putih dari Unair termasuk yang cepat.

"Vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh Universitas Airlangga bermitra dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. Sekarang dalam tahapan yang sudah masuk praklinik dengan platform inactivated virus," kata Penny saat konferensi pers Vaksin Merah Putih di Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/4/2021).

"Kemudian nanti masuk uji klinik. Targetnya kuartal 2021 selesai kerja. Pada awal bulan di tahun 2022, harapannya sudah bisa diproduksi secara massal."

Penny juga menambahkan, pihaknya mendampingi agar produksi massal Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair dapat berjalan sesuai prosedur keamanan mutu dan efektivitas pembuatan vaksin.

"Kami juga sedang mendampingi PT Biotis Pharmaceuticals supaya bisa memenuhi Good Manufacturing Practice/GMP dan Good Laboratory Practice/GLP. Ini akan dipenuhi dalam beberapa bulan ke depan. Jadi, itu harapan kita ya," tambahnya.

Vaksin Merah Putih Eijkman Harapan Diproduksi 2022

Perawat menunjukkan botol vaksin COVID-19 Sinovac di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (1/4/2021). Sekitar lima ribu warga Kamboja termasuk jurnalis dan anggota kementerian mulai menerima sebagian dari 1,5 juta dosis vaksin Sinovac buatan China yang dibeli dari China. (AP Photo/Heng Sinith)
Perawat menunjukkan botol vaksin COVID-19 Sinovac di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (1/4/2021). Sekitar lima ribu warga Kamboja termasuk jurnalis dan anggota kementerian mulai menerima sebagian dari 1,5 juta dosis vaksin Sinovac buatan China yang dibeli dari China. (AP Photo/Heng Sinith)

Perkembangan Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Lembaga Eijkman, lanjut Penny K. Lukito, ditargetkan produksi pada semester kedua tahun 2022.

"Untuk Vaksin Merah Putih dari protein rekombinan antara Lembaga Eijkman dengan Bio Farma, harapannya adalah pada akhir semester 1 2022 bisa diberikan izin darurat penggunaan (Emergency Use Authorization/EUA) diberikan uji klinik selesai," lanjutnya.

"Harapannya adalah semester kedua tahun 2022 sudah bisa diproduksi dan dalam waktu bersamaan juga secara paralel disiapkan fasilitas produksinya. Selanjutnya nanti Bio Farma juga akan bermitra dengan industri Farmasi swasta lainnya."

Di sisi lain, Penny berharap ada percepatan dalam pengembangan Vaksin Merah Putih. Selain itu, Indonesia pun sudah ada vaksin COVID-19 Sinovac yang diproduksi Bio Farma.

"mudah-mudahan juga bisa ada percepatan (pengembangan vaksin Merah Putih). Sekarang ini, kita juga cukup vaksin yang diandalkan, seperti yang diproduksi Bio Farma," ucapnya.

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: