Tak Memiliki Rutinitas Makan Bersama Keluarga bukan Masalah, Ini Penjelasan Para Ahli

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Salah satu badan penelitian paling kuat tentang makanan dan keluarga di kalangan remaja, telah dilakukan oleh Project EAT (Eating and Activity over Time). Peneliti utama Dianne Neumark-Sztainer, profesor dan kepala divisi epidemiologi dan kesehatan masyarakat di University of Minnesota, bahkan mengakui bahwa beberapa orangtua menginginkan waktu makan yang sempurna dan ideal, bersama dengan semua anggota keluarga.

Dan jika pencarian kesempurnaan ini membuat semua orang stres, maka efek perlindungannya mungkin berkurang. Suasana di meja makan memang penting, tapi jika ada pertengkaran atau komentar negatif, maka itu tidak ada gunanya bagi siapapun.

TERKAIT: Menganalisa Lebih Dalam Dampak Sosial dan Ekonomi Pandemi COVID-19 terhadap Rumah Tangga di Indonesia

TERKAIT: 4 Cara Membuat Hubungan Keluarga tetap Harmonis di Masa Pandemi

TERKAIT: Kasus COVID-19 Meningkat, Ini Tips Liburan Alternatif dari Rumah bagi Keluarga

Katja Rowell, seorang dokter medis dan spesialis makan responsif bahkan mengatakan bahwa tradisi makan bersama justru membebani para ibu. Mereka seperti dipaksa memasak dan makan bersama seluruh anggota keluarga, setiap saat.

Tekanan untuk melakukan makan bersama seluruh anggota keluarga justru bisa dianggap sebagai beban, yang pada akhirnya membuat keluarga cenderung tidak makan bersama. Ya, beberapa orangtua bahkan secara jujur mengatakan mereka tidak lagi melakukan tradisi makan bersama karena merasakan tekanan untuk membuat rutinitas yang ideal, yang sekaligus membuat mereka sedih dan stres.

Rutinitas makan bersama keluarga bukan sesuatu yang harus dipaksakan

Tidak memiliki rutinitas makan bersama anggota keluarga bukan masalah besar, simak di sini penjelasan dari para ahli.
Tidak memiliki rutinitas makan bersama anggota keluarga bukan masalah besar, simak di sini penjelasan dari para ahli.

Selain itu, makan bersama tidak akan terasa menyenangkan jika kebutuhan makan setiap orang di dalamnya tidak bisa terpenuhi. Sekarang, makan bersama seluruh anggota keluarga seringkali tidak realistis.

Aktivitas ini seharusnya bukan tentang makan, tapi tentang keluarga. Ini benar-benar harus diisi dengan percakapan, interaksi, dan saling berbagi emosi, yang membuat semua orang di dalamnya merasa nyaman.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Mulailah fokus menikmati waktu bersama anggota keluarga, baik saat makan, maupun waktu-waktu yang lain.

Buatlah aktivitas menjadi hal yang mudah untuk dilakukan, sesuaikan dengan gaya hidup masing-masing. Selamat mencoba, Sahabat FIMELA!

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel