Tak mudik, Sri Mulyani bercerita kegiatan Lebaran bersama keluarga

·Bacaan 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan berbagai kegiatan yang dilakukan bersama keluarganya selama mengisi libur Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Sri Mulyani mengatakan dirinya bersama keluarga besar sempat bertemu secara virtual melalui aplikasi Zoom untuk melepas rindu karena tahun ini merupakan tahun kedua tidak mudik.

“Tadi malam kami Zoom sampai 23.30 WIB. Saya 10 bersaudara dengan cucu atau generasi ke-3 hampir 54 jadi ramai dalam satu Zoom. Bernyanyi dan lain-lain,” katanya dalam silaturahmi daring bersama awak media di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Sri Mulyani: Pemulihan ekonomi global dibayangi lonjakan kasus COVID

Meski telah bertemu secara virtual, Sri Mulyani mengaku tetap merindukan momen-momen untuk bertemu secara langsung seperti sebelum terjadi pandemi COVID-19.

“Ya pasti kangen ketemu saudara. Tapi tentu itu tidak bisa menggantikan perasaan untuk berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Sri Mulyani menuturkan ia sangat menyukai berbagai makanan khas Idul Fitri seperti Opor Ayam dan Sambal Goreng Ati karena rasanya yang manis, gurih, dan pedas.

“Saya suka Opor apalagi kalau dikasih kacang kedelai bubuk yang diawurkan di atasnya dengan sambal goreng ati,” katanya.

Baca juga: Sri Mulyani bertekad wujudkan reformasi struktural bidang pendidikan

Oleh sebab itu, Sri Mulyani mengatakan meski memiliki jadwal pekerjaan yang sangat padat hingga hari terakhir puasa namun ia tetap menyempatkan waktu untuk memasak Sambal Goreng Ati dan Semur Lidah Sapi.

“Walau pun kita sudah pesan tapi saya ingin masak-masakan saya sendiri,” ujarnya.

Ia mengaku Semur Lidah Sapi yang dibuatnya memiliki rasa cukup enak dan mendapat apresiasi dari keluarga meski untuk Sambal Goreng Ati masih perlu diperbaiki rasanya.

“Mereka kasih testimoni sambil lihat ke saya jadi lidahnya enak tapi Sambal Goreng Atinya kurang mendapatkan pujian,“ ujarnya.

Tak hanya bertemu virtual dan memasak makanan khas Lebaran, Sri Mulyani juga mengajak para cucunya untuk menikmati jalanan Sudirman, Jakarta, yang sangat sepi pada Kamis (13/5) malam.

“Kalau kita anggap momennya pas dan ini tidak berbahaya secara protokol kesehatan, kita melakukan itu,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel