Tak Mungkin Polisi Jaga Tempat Hiburan Malam

Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Menyikapi kejadian kekerasan di tempat hiburan malam di Yogyakarta, Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana Mantika Widya lebih memilih melakukan pembinaan kepada para pengusaha tempat hiburan malam. Dengan demikian, wacana menempatkan anggota kepolisian untuk pengamanan tempat hiburan malam, menurutnya tidak mungkin dilakukan.

"Enggak mungkin kita menempatkan anggota di tempat yang jualan minuman keras, kita kasih pembinaan saja," ucapnya ketika ditemui tribunjogja.com, di Mapolda DIY, Senin (03/06/2013) pagi.

Penambahan pengamanan, menurut dia akan difokuskan ketika masa-masa liburan dengan penekanan di wilayah Malioboro sebagai pusat kunjungan wisata. Pihaknya mengerahkan anggota dari satuan Dalmas dan Lalu Lintas. Sementara di tingkat bawah, polisi tetap mengedepankan program dua anggota satu kelurahan.

"Jadi kalau hari libur, polisi tidak libur. Saya aja tetap ngantor," ucap perwira bintang satu yang baru menjebat sebagai Kapolda DIY paska penyerangan terhadap Lapas

Baca Juga:

  • Daftar Tunggu Haji di DIY Hingga 2027
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.