Tak Patah Semangat, Ibu Cerebral Palsy Ini Buka Kelas Yoga Gratis untuk Difabel

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang ibu dua anak, Tara Johnson, membantu penyandang disabilitas untuk menjadi bugar di rumah dengan mengadakan kelas kebugaran online gratis.

Tara yang mengidap Cerebral Palsy, telah menjalankan perusahaan nirlaba Tailored Leisure Company. Perusahaannya tersebut mendapatkan kucuran dana untuk serangkaian kelas kebugaran virtual. Adapun kelas yang ditawarkan ada kelas yoga dan latihan kekuatan lengan, seperti tinju.

Karena sasarannya para difabel, maka diadakan dengan menyenangkan dan bebas stres. Bahkan sambil duduk pun peserta bisa lebih bugar serta meningkatkan kesejahteraan mereka dan membantu meringankan perasaan terisolasi yang telah berkembang selama pandemi.

Tara, dari Whitburn di South Tyneside, terinspirasi oleh kondisinya sendiri serta kiprahnya di bidang kesehatan dan perawatan sosial untuk mendirikan perusahaan sosialnya, TLC, yang mempelopori inisiatif Sit to be Fit ini.

Sesi kebugarannya yang menarik dan cukup banyak diminati ini membuat sesinya berkembang dan kini mereka bahkan melihat rujukan dari dokter. Perusahaannya juga telah menerima dana dari National Lottery Community Fund dan Hadrian Trust setempat, yang memberikan hibah kepada badan amal, untuk meluncurkan kelas baru yang akan menampilkan instruktur yoga santai Iyengar, yang berfokus pada presisi dan keselarasan dan boxercise untuk membantu orang membangun kekuatan dan fleksibilitas dan juga kepercayaan diri mereka melalui pertemuan orang baru.

Kelasnya menggunakan zoom virtual meeting dengan sasaran usia 16 tahun keatas yang memiliki disabilitas fisik atau kondisi jangka panjang seperti masalah mobilitas, tunarungu dan tunanetra.

Pembelajaran tinju virtual

Pendanaan lebih lanjut dari Comic Relief Community Fund dan federasi amal Groundworks akan membiayai anak-anak usia 12 hingga 16 tahun penyandang disabilitas dan kebutuhan pendidikan khusus untuk mengikuti program delapan minggu kelas tinju virtual yang dimulai pada akhir Januari.

"Kebugaran dan kurangnya akses ke gym untuk penyandang disabilitas dan khususnya karena situasi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya membuat orang terisolasi secara mental dan fisik, sehingga merupakan alasan utama saya mengatur program Sit to be Fit melalui TLC," kata Tara, dikutip dari Chronicle.

"Saya senang mendapatkan dana tambahan untuk membawa proyek ini ke tahun 2021, yang datang pada waktu yang optimal dan saya berharap dapat mendukung lebih banyak orang dalam beberapa bulan mendatang. Kebugaran dan kesejahteraan sangat penting dan tidak bisa diremehkan," tambahnya.

Tara mengungkapakan kelas virtualnya yang telah berjalan sebelumnya telah menjangkau orang-orang secara nasional, khususnya di beberapa area tingkat 4 dan mendapat umpan balik positif dari kelas-kelas ini, yang menunjukkan bahwa komunitas sangat membutuhkan kebugaran yang disesuaikan dan dapat diakses.

Tara juga menyiapkan latihan khusus tahun baru ditambah mengadakan stand bersponsor dengan bantuan pelatih dan ahli gizi yang disesuaikan sehingga kedua anaknya dapat melihatnya berdiri untuk pertama kalinya.

Dia berharap dapat meningkatkan sponsor yang akan mendukung pekerjaan perusahaan yang sedang berjalan, yang baru-baru ini meluncurkan kampanye Access for All untuk mengumpulkan dana guna mengembangkan layanan di waktu luang yang dapat diakses untuk para penyandang disabilitas dan keluarga mereka yang di Wilayah Timur Laut.

Adapun tujuan utama dari Butterfly of the North initiative ini adalah untuk menghapus pembatas dan memudahkan akses ke fasilitas khusus untuk para difabel oleh difabel.

Infografis Vaksin Covid-19 dan Rencana Vaksinasi di Indonesia

Infografis Vaksin Covid-19 dan Rencana Vaksinasi di Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Vaksin Covid-19 dan Rencana Vaksinasi di Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Video Berikut Ini: