Tak Pelit! Miliarder Xiaomi Sumbang Rp 31,8 Triliun Saham buat Amal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Co-founder Xiaomi Lei Jun mendonasikan USD 2,2 miliar saham setara Rp 31,8 triliun perusahaan untuk kepentingan amal. Nilai yang cukup besar diberikan dari seorang miliarder.

Melansir Bloomberg, Minggu (18/7/2021), Bursa Efek HongKong mencatat, Lei Jun mendonasikan 616 juta saham kelas B untuk Xiaomi Foundation dan Lei Jun Foundation. Nilainya setara dengan HK$ 17,4 miliar.

Miliarder dengan penghasilan USD 25,7 miliar ini melakukan hal yang serupa dengan bos ByteDance Ltd, Zhang Yiming dan bos Meituan, Wang Xing.

Belakangan, pengawasan terhadap perusahaan teknologi sangat ketat di China. Pemerintah memusatkan perhatian dalam pengadaan data perusahaan teknologi, seperti aktivitas belanja online hingga pemesanan kendaraan dan pembayaran online.

Lei Jun bilang, perusahaan sejauh ini tidak mendapatkan tekanan dari pemerintah. Memang sebelumnya, bos Alibaba Jack Ma mendapat teguran keras dari pemerintah China sehingga harus didenda USD 2,8 miliar.

Bos Meituan, Wang, juga sedang diperiksa di bawah penyelidikan regulator antimonopoli. Layanan ride hailingnya, Didi Global, juga sedang diperiksa terkait keamanan siber.

Dituding Mencuri Data, Pengusaha China Ini Kehilangan Mahkota Miliarder

Ilustrasi Miliarder (Liputan6.com/Deisy)
Ilustrasi Miliarder (Liputan6.com/Deisy)

Posisi sebagai miliarder tidak lagi dimiliki Jean Qing Liu, setelah harga saham perusahaan DiDi Global Inc. turun sebesar 27 persen. Kekayaan bersih presiden perusahaan transportasi online itu menjadi USD 920 juta pada selasa, kemarin.

Forbes melaporkan bahwa awalnya IPO di bursa efek New York pada 30 Juni mengumumkan kekayaan bersih Liu mencapai USD 1,1 miliar. Akan tetapi, kekayaan tersebut harus turun setelah sebuah berita penyelidikan perusahaan DiDi datang.

Sementara itu, CEO DiDi Global Inc. Will Wei Cheng masih ditetapkan sebagai miliarder. Awalnya, dia memiliki total kekayaan sebesar USD 4,4 miliar, tetapi mengalami penurunan menjadi USD 3,8 miliar

Alasan Penyelidikan Perusahaan DiDi

Melansir dari Global Times, DiDi Global Inc. dituding telah melakukan pelanggaran hukum berupa pencurian data pribadi pengguna aplikasi secara ilegal.

Regulator siber China melarang DiDi mendaftarkan pengguna baru, serta adanya penghapusan aplikasi dari toko aplikasi smartphone.

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel