Tak penuhi panggilan KPK, bupati Bogor sedang umroh

MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Bogor Rachmat Yasin terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa proyek pembangunan Hambalang. Namun, politisi PPP itu tidak memenuhi panggilan lantaran pergi umroh ke Makkah.

"Bupati itu sendiri sekarang kalau tidak salah sedang umroh," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Rabu (17/4).

Rencananya, Rachmat akan diperiksa sebagai saksi untuk tiga tersangka yakni mantan pejabat Kemenpora Deddy Kusdinar, mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng dan pejabat Adhi Karya Teuku Bagus Mohammad Noor.

Sebelumnya, Rachmat pernah menjalani pemeriksaan dalam kasus ini. Saat diperiksa, Rachmat mengaku didesak untuk menanda tangani site plan proyek Hambalang.

Hasil audit investigasi BPK, bupati Bogor menandatangani site plan meskipun Kemenpora belum atau tidak melakukan studi Amdal terhadap proyek Hambalang sehingga diduga melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Bupati Bogor Nomor 30 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengesahan Master Plan, Site Plan, dan Peta Situasi.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.