Tak Perlu Lagi Ponsel, Bank Indonesia Uji Coba Pembayaran QRIS Dengan Pindai Wajah

Merdeka.com - Merdeka.com - Bank Indonesia saat ini tengah melakukan uji coba inovasi penggunaan QRIS tanpa gadget di lingkungan pesantren. Nantinya, transaksi pembayaran hanya menggunakan face recognition yang terhubung dengan QRIS.

"Kami bisa melakukan pengenalan wajah dengan QRIS dan dengan instrumen transaksi lainnya," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendrata dalam Seminar Digital Finance to Support Financial Inclusion, di Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7).

Uji coba yang dilakukan dengan mengombinasikan teknologi dengan penyedia jasa pembayaran (PJP). QRIS didesain menggunakan teknologi pembacaan wajah yang langsung terhubung dengan uang elektronik (e-money).

"Transaksi pembayaran menggunakan biometric atau face recognition dengan sumber dana dari uang elektronik yang dimiliki santri," kata dia.

Nantinya transaksi pembayaran dilakukan hanya dengan melakukan pemindaian wajah. "Jadi saat ini sandbox kita sudah ada, bersama dengan beberapa provider bank dan non bank akan kita gunakan face recognition untuk mereka," kata dia.

Inovasi ini dilakukan karena para santri di lingkungan pesantren tidak diperbolehkan membawa telepon genggam atau pun gadget.

"Kita tahu bahwa pesantren mereka tidak mengizinkan ustad, santri untuk membawa handphone," kata dia.

"Makanya kami sebut inovasi, jika anda tidak bisa membawa gadget maka kami bisa melakukan pengenalan wajah dengan QRIS," sambungnya.

Hanya saja, dia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait lokasi pesantren yang melakukan uji coba inovasi teknologi tersebut. Begitu juga dengan berapa lama waktu uji coba dilakukan.

Target 15 Juta Pengguna Baru QRIS

juta pengguna baru qris rev1
juta pengguna baru qris rev1.jpg

Pada kesempatan itu, Filianingsih mengatakan, BI menargetkan ada tambahan 15 juta pengguna baru QRIS. Salah satu yang disasar adalah sektor pedagang UMKM.

"Tahun lalu kami memiliki target 12 juta pedagang dan bisa melampauinya menjadi 19 juta, dari sisi pasokan kami ini menyiapkan merchant-merchant digital. Tahun ini kami targetkan ada 15 juta pengguna baru," kata dia.

Dia mengaku menjalankan target ini dengan menggandeng sejumlah asosiasi. Harapannya, akan bisa mendorong tingkat implementasi tingkat UMKM kedepannya.

"Kami bekerja sama dengan ASPI, kami bekerja sama dengan AFTECH dan juga kami bekerja sama dengan beberapa universitas," ujarnya.

"Dan kemudian di sisi permintaan, Kami fokus pada pengguna yang tidak memiliki rekening bank. Ini adalah calon pengguna yang tidak memiliki rekening bank atau rekening pembayaran," tambahnya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel