Tak Perlu Teknologi Canggih untuk Menyelamatkan Manusia

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVATeknologi dikembangkan untuk membantu manusia agar bisa hidup lebih baik. Contohnya, mengubah zat berbahaya agar bisa dikonsumsi atau menghadirkan komputer yang bisa menyelesaikan perhitungan rumit.

Namun, terkadang ada beberapa hal yang bisa bermanfaat untuk masa depan kita hanya dengan aplikasi teori fisika dan matematika sederhana.

Salah satu contohnya, yakni dengan memanfaatkan alam. Misalnya menampung hujan untuk kebutuhan sehari-hari warga yang tinggal di pelosok dan jauh dari sumber air.

Penerapan ilmu sederhana seperti membuat sumur resapan dan biopori, dianggap ampuh untuk menjaga ketersediaan air bersih yang dibutuhkan manusia sehari-hari.

Hal ini juga yang menjadi fokus Koalisi Air Indonesia, dalam menjaga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Salah satu anggotanya yakni Danone Indonesia.

“Hingga 2020, kami telah menanam lebih dari 2,4 juta pohon, membangun 1.900 sumur resapan dan 31 water pond. Selain itu, kami juga telah membuat 80 ribu biopori, 2 dDAM resapan, 6800 rorak serta 52 unit Penampung Air Hujan,” ujar Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni melalui keterangan resmi, Kamis 1 April 2021.

Ratih menjelaskan, hal lain yang mereka lakukan adalah pengelolaan Daerah Aliran Sungai atau DAS. Menurutnya, ini penting dilakukan karena bisa memberikan dampak positif terhadap lingkungan yang lebih luas, serta memudahkan sinergi antara pemangku kepentingan yang berada di dalam DAS.

“Danone meyakini, bahwa kesehatan masyarakat sangat terkait dengan kesehatan dari lingkungan yang kita tinggali,” tuturnya.

Salah seorang warga Desa Girijaya, Sukabumi bernama Hadi mengungkapkan bahwa awalnya banyak penghuni desa yang tidak mengetahui manfaat dari sumur resapan.

“Setelah telah dibangun 21 sumur resapan di desa kami, terasa sekali manfaatnya, terutama ketika musim kemarau tiba. Warga masih bisa mendapatkan air dari kedalaman 50 cm hingga satu meter,” kata dia.