Tak Punya Gereja, Mereka Rayakan Paskah di Istana

TEMPO.CO, Jakarta--Lagu-lagu rohani menggema di depan Istana Negara. Sekitar 100 orang dari Jemaah GKI Yasmin, Bogor, serta HKBP Filadelfia, Bekasi, menyanyikan lagu-lagu yang memperingati kenaikan Isa Almasih. Tapi perayaan Hari Raya Paskah itu justru berlangsung lebih sedih.

Hal itu karena mereka tidak bisa merayakan Paskah secara khidmat. Panas terik matahari harus mereka lewati lantaran harus beribadah di ruang terbuka yang diiringi terik matahari. "Panas tapi mau bagaimana lagi?" kata Bona Sigalingging, perwakilan jemaat ketika ditemui Tempo.

Menurut Bona, ibadah Paskah itu merupakan yang ketiga kalinya di ruang terbuka. Pasalnya, gereja mereka disegel pemerintah Kota Bogor karena dinilai melanggar ketertiban. "Padahal gereja kami memiliki IMB," kata dia.

Meski berlangsung di bawah sengatan matahari yang menyengat, para jemaah terlihat sangat khidmat menjalankan ibadahnya. Tampak beberapa dari mereka meneteskan air matanya. Sambil memejamkan mata, mereka tampak menghayati ibadah tersebut.

Usai beribadah, para jemaah menyerahkan replika telur Paskah untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Telur setinggi satu meter itu dipenuhi oleh tempelan kertas warna-warni yang berisi surat dari para jemaah. "Itu harapan-harapan kami agar presiden tidak berdiam diri terus," kata Bona.

Laki-laki berkacamata itu pun mendesak presiden untuk mengambil tindakan. Soalnya, gereja tempat mereka beribadah sudah berdiri sesuai dengam peraturan yang berlaku.

Dia pun menyatakan bakal menempuh jalur hukum lainnya jika presiden terus berdiam diri. "Kami akan tuntut presiden ke pengadilan, pihak Lembaga Bantuan Hukum juga menyatakan siap membantu karena memang kami sudah menang di tingkat MA," kata dia.

Desakan terhadap presiden, kata Bona, dilakukan lantaran makin banyaknya kasus pelanggaran kebenasan beribadah di Indonesia. Dia khawatir peristiwa seperti yang mereka alami bisa terjadi oleh umat lainnya di sejumlah daerah. "Kalau terus dibiarkan akan makin berkelanjutan dan merembet ke daerah dan umat beragama lainnya," ujarnya.

DIMAS SIREGAR

Baca juga:

Polisi: Sopir dan Penumpang Camry Maut Jalin Cinta

Cuci Uang Narkoba Rp 38 Miliar, Ini Cara Bisnisnya 

Detik-detik Kecelakaan Camry Maut Pembawa Narkoba

Ratna Listy Diajak Jadi Pengikut Eyang Subur

Topik Terhangat: Edsus Guru Spiritual Seleb || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.