Tak Sanggup Beli Bus Listrik, Pemkab Bekasi Pilih Tunggu Inisiatif Swasta

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi menunggu inisiatif pihak swasta melakukan pengadaan kendaraan listrik jenis bus untuk angkutan massal. Karena jika mengandalkan APBD, pemerintah daerah tidak akan sanggup membelinya.

"Bus listrik harganya Rp5 miliar untuk satu unit, kalau dilihat dari APBD kita enggak sanggup, jadi saat ini masih sebatas inisiatif dari swasta aja," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, Senin (31/10).

Dia mengatakan, kendaraan ramah lingkungan untuk angkutan massal di Kabupaten Bekasi sudah ditawarkan produsen bus listrik Higer dengan rute Cikarang International City (CIC) atau Grand Cikarang City (GCC) menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Namun untuk bisa menggunakan kendaraan tersebut, saat ini Dinas Perhubungan bersama swasta masih melakukan berbagai kajian serta menunggu persetujuan dari pihak bandara dan pemerintah pusat.

"Kita harus perhatikan apakah bandara menyetujui rute itu, dan masuknya kendaraan listrik itu. Kemudian juga harus ada persetujuan dari Kemenhub, karena ini AKAP, melewati Jakarta dan Banten," ujarnya.

Selain bus, lanjut Yana, kendaraan listrik jenis medium atau minibus dengan jumlah 16 seat juga diusulkan pihak swasta. Kendaraan jenis ini rencananya mengambil rute GCC ke Stasiun Cikarang.

"Sebetulnya kita juga ingin kendaraan listrik untuk koridor satu, dari kantor pemda melalui Jababeka kemudian melewati Kalimalang dan finish di LRT Grand Dika Jatimulya. Ini baru sebatas mengajukan dan baru sekali kita melakukan rapat," katanya.

Meski saat ini masih dalam tahap kajian, namun Yana meyakini minibus dan bus listrik dengan rute CIC atau GCC menuju Bandara Soekarno-Hatta kemungkinan mulai beroperasi di akhir 2022.

"Saat ini sedang dalam proses, ada tiga unit yang besar dan tiga unit yang medium, mudah-mudahan dalam satu bulan atau paling lambat akhir tahun ini sudah beroperasi," ungkapnya. [ray]