Tak Sempat Melihat Ayah untuk Terakhir Kali, Kini Hanya Bisa Memeluk Rindu

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Membahas kisah dan cerita tentang ayah memang tak ada habisnya. Begitu banyak momen tak terlupakan yang kita miliki bersama ayah tercinta. Mulai dari momen paling bahagia hingga momen paling sedih. Setiap hal yang berkaitan dengan ayah selalu berkesan seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2021 Surat untuk Ayah berikut ini.

TERKAIT: Bagi Anak Perempuan, Ayah adalah Sosok Pahlawan Hebat Pertama di Hidupnya

TERKAIT: Di Balik Sosok Ayah yang Tampak Kuat, Ada Rasa Lelah yang Disimpan Sendiri

TERKAIT: Ayah, Sosok Paling Sabar yang Jadi Sumber Kekuatanku untuk Selalu Tegar

***

Oleh: Siti Nurbaiti

Aku berasal dari keluarga broken home sejak aku masih duduk di bangku SMP. Ayahku orang yang baik dan sangat sayang padaku, terlebih karena aku semata wayang.

Sebelum menikah dengan ibuku, ayahku adalah seorang penganut kristiani. Pernikahan mereka pun di tentang oleh pihak keluarga. Tapi karena kuatnya cinta mereka, akhirnya mereka pun disetujui untuk menikah.

Sejak perpisahan ibu dan ayahku, aku tidak pernah lagi bertemu dengan ayah ku. Di dalam hati jujur aku sangat merindukan ayahku. Bahkan sampai saat ini, saat aku sudah menikah dan mempunyai dua anak.

Aku sempat tak percaya saat ada yang mengatakan bahwa ayahku sudah tiada. Terlebih saat itu aku berada sangat jauh dari kota ayahku tinggal, karena sejak perpisahan ayah dan ibu, aku tinggal di kampung.

Setelah 4 tahun perpisahan ibu dan ayah, ayahku pun mengembuskan napas terakhirnya tanpa bertemu dulu denganku. Ada penyesalan yang sampai saat ini aku rasakan. Kenapa di saat saat terakhir ayah, aku tidak bisa melihatnya? Namun biar pun begitu rasa sayangku pada ayah tak akan ada yang bisa menggantikannya.

Aku hanya bisa menitipkan doa untuk ayahku, yang saat ini tidak bisa lagi aku lihat rupanya, tidak bisa lagi aku rasakan kasih sayangnya, tidak bisa lagi aku lihat senyumnya.

Semoga ayah tenang di sana, di sini aku teramat sangat merindukanmu ayah.

Anakmu yang dulu manja kini telah berubah menjadi wanita yang tegar ayah. Maafkan anakmu karena tak sempat menemuimu di saat terakhirmu.

Tuhan, kutitipkan rinduku untuk ayah.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel