Tak Semua Aplikasi di Play Store Aman

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Alfons Tanujaya, Praktisi Keamanan Siber Vaksincom, mengungkapkan bahwa belum ada jaminan aplikasi resmi di play store aman. Maksudnya adalah data-data yang dimiliki tak dicuri oleh aplikasi tersebut. Mengapa?

"Karena aplikasi yang hari ini terbukti aman dan tidak melakukan aksi jahat jika melakukan update bisa diubah melakukan aksi mencuri data, memata-matai penggunanya, key logging atau screen capture dan hal ini sangat sulit terdeteksi pengguna aplikasi jika dijalankan dengan hati-hati oleh pembuat aplikasi," kata Alfons kepada Merdeka.com, Jumat (22/4).

Menurut Alfons, meski sulit terdeteksi, namun bukan sesuatu yang mustahil untuk bisa diketahui. Misalnya gelagat-gelagat jahat sebuah aplikasi dapat terdeteksi jika trafik dan detail aplikasi ini diamati dengan seksama dengan tools monitoring khusus.

"Harusnya ada institusi yang mengawasi hal ini dan diharapkan institusi pemerintah memegang peranan atau mengambil inisiatif melakukan pengecekan atas semua aplikasi, apa saja hak akses yang diminta, apakah hak akses ini relevan dengan fungsi aplikasinya. Lalu dicek secara berkesinambungan faktanya apakah aplikasi tersebut benar melakukan hal ini dan tidak melakukan pencurian data," ungkap dia.

Contoh sederhana adalah domain .id yang dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Domain ini jauh lebih aman dari aksi penyalahgunaan yang tidak bertanggungjawab seperti digunakan untuk phishing atau mencuri data dibandingkan dengan domain non .id lainnya.

"Alasannya simpel, kalau ada domain .id yang teridentifikasi melakukan aksi jahat, maka PANDI akan sangat mudah dihubungi dan cepat bereaksi karena memang sangat berkepentingan menjaga keamanan domain .id yang dikelolanya sehingga pelaku penipuan dan phishing juga akan menghindari menggunakan domain .id untuk aksi jahat," jelas dia.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mempelajari dugaan pemrosesan data pribadi secara tanpa hak yang dilakukan oleh beberapa aplikasi di Google Play Store.

Koordinasi lebih lanjut dengan pihak Polda Metro Jaya akan dilakukan terkait upaya dan langkah-langkah berikutnya yang akan diambil sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pihak Google telah mengambil tindakan terhadap aplikasi yang diduga melakukan pemrosesan data penggunanya secara tanpa hak," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam pesannya, Jumat (22/4).

Dilanjutkannya, aplikasi tersebut diwajibkan untuk menghapus fitur pengambilan data pengguna, jika ingin dapat kembali diakses oleh penggunanya di Google Play Store. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel