Tak Sudi Kalah, Donald Trump Belum Mau Ajak Joe Biden ke Gedung Putih

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, DC - Petahana presiden AS, Donald Trump, belum berencana mengundang pemenang Pilpres AS 2020, Joe Biden dari Partai Demokrat, ke Gedung Putih dalam waktu dekat --sebuah tradisi periodik yang biasa dilakukan oleh inkumben kepada presiden terpilih yang akan menjabat-- menudur laporan CNN (8/11/2020).

Tidak ada jadwal bagi Presiden Donald Trump untuk mengundang presiden terpilih Joe Biden ke Gedung Putih dalam beberapa hari mendatang, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Secara tradisional, ada pertemuan di Oval Office antara presiden yang baru dan yang akan hengkang.

Trump sering mereferensikan pertemuannya pada 10 November 2016 dengan Obama, termasuk apa yang diberitahukan kepadanya tentang Korea Utara.

Donald Trump, sebagaimana dijelaskan dalam pernyataannya, masih menentang pemilihan, sehingga langkah transisi tradisional itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Yang kurang jelas adalah apakah aspek transisi lainnya yang lebih terperinci akan terjadi, terutama di tataran lembaga dan di antara staf. Satu orang yang mengetahui masalah itu mengatakan kepada CNN bahwa belum ada instruksi eksplisit yang disebarkan dari Gedung Putih tentang bagaimana melanjutkannya.

Masih Belum Selesai, Kata Donald Trump

Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)
Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)

Presiden Donald Trump menyatakan akan menggugat hasil pilpres AS ke pengadilan pada pekan depan setelah sejumlah media menyebut Joe Biden menjadi pemenang.

Dalam pernyataannya, Donald Trump juga mengatakan, "Pemilihan ini masih jauh dari selesai," seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (11/8/2020).

"Kita semua tahu mengapa Joe Biden terburu-buru dan berpura-pura menjadi pemenang, dan mengapa sekutu medianya berusaha keras membantunya: Mereka tidak ingin kebenaran terungkap," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Fakta sederhananya adalah pemilihan ini masih jauh dari selesai."

Donald Trump telah berulang kali membuat klaim yang tidak berdasar dalam pemilu tahun ini.

Simak video pilihan berikut: