Tak Terdampak Gempa Banten, Operasional MRT Jakarta Masih Normal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan operasional MRT Jakarta tetap normal meski diguncang gempa Banten berkekuatan magnitudo 6,7, pada Jumat sore (14/1/2022).

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Departemen Corporate Communication PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo.

"Gempa tadi tidak berdampak pada operasional, tetap berjalan normal masTidak ada gangguan mas dan mba, operasional (MRT) berjalan normal," kata pria yang akrab disapa Tomo kepada Merdeka.com, Jakarta, Jumat (14/1).

Meski begitu, PT MRT Jakarta tetap melakukan prosedur evakuasi. Khususnya di gedung perkantoran pusat.

"(Evakuasi) kantor pusat itu mengikuti kebijakan pengelola gedung mas," tutupnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gempa Mengguncang wilayah Banten

Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) mengguncang lepas pantai timur Papua Nugini pada Sabtu (17/12/2016). (Ilustrasi/cdn.abclocal.go.com)
Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) mengguncang lepas pantai timur Papua Nugini pada Sabtu (17/12/2016). (Ilustrasi/cdn.abclocal.go.com)

Sebelumnya, Gempa mengguncang wilayah Banten pukul 16.05 WIB. Kekuatan gempa magnitudo 6,7.

Dikutip dari website resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika(BMKG), Jumat (14/1), gempa tersebut tidak berpotensi tsunami."Tidak berpotensi TSUNAMI."

Adapun titik gempa di 52 km barat daya wilayah Sumur, Banten. Kedalaman gempa 10 Km.

"Lokasi gempa 7.01 LS, 105.26 BT."

Guncangan gempa juga dirasakan warga Jabodetabek. Guncangan terasa kencang selama beberapa detik. Warga memilih keluar rumah sesat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel