Tak Terima Disebut Covid-19, Warga Ambil Paksa Jenazah di RS Siloam Kupang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kupang - Tak terima disebut meninggal karena Covid-19, sekelompok warga mengambil paksa jenazah di Rumah Sakit Siloam Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/7/2021). Peristiwa pengambilan paksa jenazah itu sempat terekam kamera warga dan menjadi viral di media sosial.

Dalam video amatir berdurasi 30 detik itu, keluarga tampak memikul jenazah tanpa Alat Pelindung Diri (APD) menuju ke salah satu mobil pick up yang sudah parkir menunggu di depan RS Siloam.

Kondisi tersebut menyita perhatian publik, termasuk masyarakat Kota Kupang yang melintasi di jalan tersebut. Mereka berhenti dan menyaksikan langsung peristiwa itu. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di ruas jalan depan Rumah Sakit Siloam Kupang sempat mengalami kemacetan.

Sekelompok warga mengambil paksa jenazah di Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang, NTT. (Foto Istimewa)
Sekelompok warga mengambil paksa jenazah di Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang, NTT. (Foto Istimewa)

Pihak keluarga menolak pihak manapun, termasuk Satgas Covid-19 Kota Kupang, mengambil bahkan menyentuh jenazah keluarganya.

"Sonde (tidak, red) boleh ada yang sentuh. Sonde boleh. Bawa pulang, bawa pulang," ujar seseorang dalam video dalam dialek bahasa Kupang, sambil menangis histeris.

Video itu pun viral dan jadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Warganet malah menyindir pemerintah daerah setempat. Pasalnya pernah ada kasus, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengizinkan jenazah Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur, dibawa pulang pihak keluarga. Padahal diketahui Bupati Eliazer meninggal karena Covid-19.

Simak Juga Video Pilihan Berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel