Tak Terima Ditagih Utang Beras, Sersan TNI Pukul Wanita Pakai Sekop Plastik

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang prajurit TNI bernama inisial MB melakukan pemukulan terhadap seorang perempuan atas nama inisial RR. Kejadian yang dilakukan oleh prajurit berpangkat Sersan Mayor (Serma) ini terjadi di Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu.

Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Rio Purwantoro mengatakan, kejadian tersebut karena adanya kesalahpahaman terkait jual beli beras yang dilakukan R (istri dari Serma MB) terhadap RM (ibu dari RR).

"Kronologisnya berawal dari niat menambah penghasilan tambahan dari gaji yang diterima suaminya, R melakukan kerja sama dengan RM yaitu usaha jual beli pengambilan beras 50 kg dengan harga Rp500.000, pada bulan September dan Oktober 2021. Sehingga total Rp4.000.000, dengan janji akan dibayar namun belum juga terbayarkan," kata Rio dalam keterangannya, Sabtu (7/5).

Lalu, ketika RR disuruh oleh ibunya yakni RM untuk menagih uang atau utang ke rumah R tersebut, yang ditemuinya saat itu yaitu Serma MB. Sehingga, sempat menimbulkan cekcok atau adu mulut terhadap keduanya.

"Dan terjadi pemukulan menggunakan skop plastik serok sampah sebanyak satu kali yang dilakukan Serma MB terhadap RR, sehingga mengakibatkan RR terluka pada pelipis mata sebelah kanan dua jahitan, serta luka pada bibir dan telah berobat di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa," jelasnya.

Sedangakan, untuk kasus yang dilakukan Serma MB ini sendiri tengah ditangani atau diproses oleh Pomdam XIV/Hasanuddin, sejak Senin (2/5) lalu.

"Pelakunya Serma MB sudah diproses di Pomdam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

"Saat ini Serma MB masih ditahan di Pomdam XIV Hasanuddin untuk tindak lanjut proses penyidikan atas perbuatannya," sambungnya.

Sedangkan, untuk hukuman terhadap Serma MB akan ditentukan dari hasil penyidikan yang dilakukan Pomdam dan proses hukum sampai dengan putusan sidang di pengadilan militer.

Selain itu, atas kejadian, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad disebutnya langsung memerintahkan Danpomdam untuk segera menindak tegas serta memproses secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Karena, Serma MB dianggap sudah melanggar 8 wajib TNI serta tidak mencerminkan prajurit Sapta Marga.

"Selaku prajurit, Serma MB harus tunduk kepada hukum sebagaimana tertuang pada sila ke-2 Sumpah Prajurit (Tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan)," tegasnya.

"Disamping Prajurit yang dibentengi jiwa Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, Pangdam Hasanuddin dalam setiap kunjungan kerjanya ke satuan - satuan jajaran Kodam XIV Hasanuddin, tidak pernah lepas menyampaikan untuk selalu berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan mengamalkan 8 wajib TNI yang ke-7 yakni Tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, karena prajurit terlahir dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat," tutupnya. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel