Tak Terima PAW, Kader Demokrat Tuban Gugat AHY Rp 5 Miliar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Tuban - Wakil Ketua DPRD Tuban Muhammad Ilmi Zada menggugat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait keputusan pergantian antar waktu (PAW) dirinya dari Fraksi Partai Demokrat Keadilan Sejahtera DPRD Tuban.

Dalam PAW, Partai Demokrat mencopot jabatan Muhammad Ilmi Zada sebagai Wakil Ketua DPRD Tuban dan diganti Imam Sutiono.

Keputusan partai tersebut dianggap cacat hukum, tidak mempunyai kekuatan hukum karena tidak melalui proses serta mekanisme partai. Sehingga, Ilmi meminta keputusan tersebut dicabut dan para tergugat dituntut untuk bayar ganti rugi Rp 5 miliar.

Turut tergugat II adalah Ketua DPC Partai Demokrat Jatim dan tergugat III Ketua DPC Partai Demokrat Tuban. Dimana, surat gugatan perbuatan melawan hukum telah diajukan oleh Muhammad Ilmi Zada melakukan kuasa hukumnya ke Pengadilan Negeri (PN) Tuban dengan nomor perkara 24/Pdt.G/2021/PN Tbn.

Gugatan tersebut dibenarkan Muhammad Ilmi Zada. Namun, dia enggan berkomentar banyak terkait sikap politiknya dan diarahkan kepada kuasa hukum.

“Langsung ke pengacara saya” ungkap Ilmi panggilan akrab Muhammad Ilmi Zada kader Demokrat ketika ditemui di gedung DPRD Tuban, Rabu (25/8/2021).

Menanggapi hal itu, Heri Subagyo selaku kuasa hukum Ilmi Zada membenarkan surat gugatan telah dilayangkan ke PN Tuban, pada (18/8/2021). Ia menjelaskan Surat Keputusan Nomor : 94/SK/DPP.PD/VI/2021 tanggal 15 Juni 2021 tentang PAW Unsur Pimpinan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat sebagai tergugat 1 tanpa terlebih dahulu menunggu putusan dari Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat yang bersifat final dan mengikat, adalah perbuatan melawan hukum.

Lalu, perbuatan tergugat III yang telah mengajukan proses pergantian Unsur Pimpinan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban melalui tergugat II/DPD PD Jatim tanpa terlebih dahulu menunggu putusan dari Dewan Kehormatan DPP PD yang bersifat final dan mengikat adalah merupakan perbuatan melawan hukum.

“Permohonan Pergantian Unsur Pimpinan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban tanpa terlebih dahulu menunggu putusan dari Dewan Kehormatan DPP PD yang bersifat final dan mengikat adalah cacat hukum, dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dan merupakan perbuatan melawan hukum,” tegas Heri Subagyo.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Respons DPC

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Tuban Didik Mukrianto tidak begitu mempersoalkan dan hal tersebut akan diuji di pengadilan. Alasannya, gugatan adalah hak setiap warga negara.

“Kami bisa mengerti bahwa gugatan adalah hak setiap warga negara. Dalam negara hukum yang demokratis seperti Indonesia, gugatan adalah hal yang biasa saja dan bukan istimewa. Namun gugatan tersebut akan diuji di Pengadilan,” ungkap Didik Mukrianto Anggota DPR RI Fraksi Demokrat.

Lebih lanjut, ia menegaskan secara prinsip partai pasti akan menghadapi gugatan tersebut. Karena PAW alat kelengkapan di DPRD adalah hal yang juga biasa saja dalam pengelolaan partai politik.

“Rotasi, penyegaran dan hal yang lain tersebut juga menjadi langkah penting partai politik dalam menghadirkan representasi politik di DPRD maupun dalam rangka memperjuangkan aspirasi masyarakat,” jelas Didik panggilan akrabnya.

Partai Demokrat membuat keputusan mengejutkan dengan mengganti Muhammad Ilmi Zada dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Tuban. Jabatan Ilmi Zada akan diisi oleh Imam Sutiono.

Hal tersebut disampaikan pada sidang paripurna terkait pengumuman Pengangkatan Antar Waktu (PAW) Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Demokrat Keadilan Sejahtera, Senin (16/8/2021).

Namun begitu, proses pelantikan PAW Wakil Ketua DPRD Tuban itu masih menunggu surat keputusan Gubernur Jatim yang akan diajukan lewat Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Sebelum ada pelantikan, maka untuk sementara waktu jabat wakil ketua dewan dari fraksi Demokrat masih dipegang Ilmi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel