Taklukkan Brunei 5-0, Pemain Timnas U-19 Masih Demam Panggung

TRIBUNNEWS.COM – Penampilan perdana di ajang Piala AFF U-19 membuat para pemain tim nasional Indonesia demam panggung. Bermain di hadapan publik sendiri menghadapi Brunei Darussalam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (10/9/2013), Evan Dimas dkk terlihat masih sering membuat kesalahan sendiri.

Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri mengakui bahwa penampilan anak asuhnya belum maksimal, lantaran ada beban untuk meraih kemenangan pada pertandingan perdana.

"Para pemain masih canggung dalam bermain. Ini penampilan perdana, mereka juga mengetahui ada harapan masyarakat yang sangat tinggi," tutur Indra saat dihubungi, Selasa (10/9/2013).

Pada pertandingan perdana menghadapi Brunei Darussalam, Timnas Indonesia U-19 menang 5-0. Lima gol kemenangan Timnas U-19 dicetak oleh Ilham Udin pada menit ke-12 dan 30, Alqomar Tehupelasury pada menit ke-27. Muchlis Hadi Ning Syaifullah pada menit ke-61 dan 85.

Sayang, kemenangan itu harus dibayar mahal, karena beberapa pemain diganti sebelum pertandingan berakhir, diantaranya Alqomar Tehupelasury dan Ilham Udin. Namun menurut Indra Sjafri, kedua pemain itu hanya mengalami kram otot perut dikarenakan ada tekanan psikis saat bermain di pertandingan perdana.

"Ini event pertama mereka, jadi ada tekanan psikis. Mereka hanya mengalami kram di otot perut. Saat ini kondisinya sudah membaik," kata pelatih asal Sumatera Barat itu.

Baca Juga:

Timnas U-19 Kalahkan Brunei, Indra Sjafri: Harusnya Menang 10-0

Indonesia Pimpin Klasemen Grup B

Malaysia Selamat dari Kekalahan atas Myanmar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.