Taktik E-Commerce Menggaet Konsumen Anak Muda

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nilai transaksi e-commerce pada 2020 mencapai Rp253 triliun. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp205,5 triliun. Selama pandemi COVID-19, konsumen mulai terbiasa untuk membeli kebutuhan sehari-hari secara online.

Statista melaporkan bahwa alasan utama konsumen belanja online adalah karena produk yang dipesan bisa diantar ke rumah. Tentunya alasan tersebut sangat masuk akal, mengingat masyarakat sangat menghindari kerumuman dan tatap muka langsung.

Baca: Beli iPhone 7 di Lazada, yang Datang Malah Meja

Perubahan pola perilaku konsumen ini yang akan berdampak pada pertumbuhan e-commerce. Bahkan, Bank Indonesia memproyeksikan nilai transaksi e-commerce tahun ini akan meningkat 33 persen dengan angka sebesar Rp337 triliun.

Lantaran persaingan antar e-commerce begitu ketat di Indonesia, maka banyak cara untuk menggaet konsumen, terutama anak muda atau milenial. The F Thing misalnya, yang berkolaborasi dengan Vision+ meluncurkan film serial The Intern, sebagai bagian dari strategi e-commerce fesyen lokal itu berinovasi dalam memanjakan konsumen.

"Seluruh wardrobe atau busana yang digunakan dalam film ini merupakan produk in-house brand kita. Setiap pemeran punya ciri khas wardrobe berbeda, disesuaikan dengan karakter yang diperankan," ujar Kepala Eksekutif The F Thing, Valencia Tanoesoedibjo, dalam konferensi pers virtual, Senin, 19 April 2021.

The Intern menceritakan tentang seorang mahasiswa semester akhir yang berkesempatan magang di sebuah startup e-commerce di Jakarta. Lika-liku kehidupan sebagai anak muda magang akan dihadapi mahasiswa tersebut bersama dua rekan wanitanya.

Kemudian, dari sisi gambar, Valencia mengklaim The Intern sangat sesuai dengan konsep e-commerce terutama fashion and beauty. Apalagi sekarang banyak sekali startup digital yang sistem kerjanya berbeda dengan bisnis konvensional.

"Dengan begitu, kami berharap The Intern bisa membantu memberi beberapa inside and out look into the working life with the digital marketplace and online company life," tuturnya.

Sementara itu, Head of Content Original Production Vision Picture, Lukman Sardi mengungkapkan, dalam kisah lika-liku anak muda yang memasuki dunia kerja nyata sebagai anak magang lengkap dengan kisah persahabatan hingga percintaan, sangat menarik diangkat untuk menjadi suatu tayangan serial.

“Dinamikanya, kalau kita ngomong anak muda selesai sekolah ingin kerja dan ada yang punya kesempatan langsung magang kerja di perusahaan itu kan bukan tatanan yang mapan banget, tapi ingin diterima kerja dengan baik," ungkap dia.

Lukman memaparkan, mulai dari ketemu kawan baru, enggak punya pengalaman kerja, ada percintaan maupun persahabatan. "Orang-orang yang baru berproses. Jadi banyak dinamika menariknya,” ujar Lukman.