Takut Dihajar Nuklir Iran, Panglima Perang Israel Minta Bantua Amerika

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pergantian kepala pemerintahan Israel dari Benjamin Netanyahu ke tangan Naftali Bennet, diprediksi takkan bisa menurunkan tensi ketegangan negara Zionis itu dengan Iran. Faktanya, dua posisi penting di sektor pertahanan masih dipegang oleh sosok yang sama.

Di pos Menteri Pertahanan Israel, posisi Letnan Jenderal (Rav Aluf) (Purn.) Benjamin Gantz masih belum tergantikan. Pun di dalam tubuh militer Israel, yang masih dipimpin oleh Letnan Jenderal Aviv Kochavi.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Jumat 28 Mei 2021, masa jabatan Kochavi sebagai Panglima Pasukan Pertahanan Israel akan ditambah satu tahun lagi.

Baik Gantz dan Kochavi sama-sama mendapatkan instruksi dari Bennet, untuk terus mengawasi sepak terjang Republik Islam Iran. Dengan alasan itu, Gantz dan Kochavi terbang ke Washington untuk meminta bantuan sekutu terbesarnya, Amerika Serikat (AS).

Khusus untuk Kochavi, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel ini direncanakan akan bertolak ke Washington akhir pekan ini, tepatnya Sabtu 19 Juli 2021.

Kochavi dijadwalkan bertemu langsung dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin. Selain itu, Kochavi juga akan bertatap muka langsung dengan Panglima Angkatan Bersenjata AS (US Armed Forces), Jenderal Mark Alexander Milley, Panglima Komando Pusat, Jenderal Kenneth McKenzie Jr., dan Panglima Komando Operasi Khusus, Jenderal Richard Clarke.

Orang nomor satu di militer Israel diprediksi akan membujuk Amerika agar tidak menyepakati perjanjian nuklir dengan Iran. Seperti yang diketahui, Kochavi mendapat tugas untuk melakukan segala upaya untuk menggagalkan ambisi Iran mempersenjatai diri dengan nuklir.

Kemudian, Kochavi juga nanti akan memfokuskan pembahasan ke sejumlah konflik yang bisa mengancam kedaulatan Israel. Lagi-lagi sorotan ditunjukkan kepada kelompok Hizbullah dan milisi lain pro-Iran, yang berbasis di Lebanon dan Suriah.

Kedatangan Kochavi melanjutkan apa yang telak dilakukan oleh Gantz. Dua pekan lalu, Gantz juga melawat ke Washington dan bertemu dengan para pejabat yang sama, dan membahas topik yang sama.

Gantz bahkan sempat meminta dukungan pemerintah dan militer Amerika akan pentingnya perubahan kebijakan di Jalur Gaza, Palestina. Gantz juga menjelaskan masalah pengembalian jenazah tentara Israel dan yang ditahan oleh pejuang Hamas Palestina.

Menteri Pertahanan Israel ke-21 itu juga memastikan, untuk menghentikan arogansi Iran pihaknya akan senantiasa siap untuk memilih opsi militer.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel