Takut Disantet Malah Diperkosa

Laporan Wartawan Surya, Adrianus Adhi

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Malang benar nasib DW (16), siswi kelas dua SMK di Surabaya Barat. Dia  takut setengah mati mendengar ancaman santet dari Helmi Sutrisno, pacarnya.

Begitu mendengarnya, warga Pondok Benowo ini langsung menuruti Helmi. Celakanya, wanita ini juga dipaksa untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan Helmi.

Menurut pengakuan Helmi, sejak mengenal DW Desember tahun lalu otak kotornya itu sudah ada. Karena itu, begitu pria yang bekerja sebagai penjaga titipan kilat ini menjadi kekasih DW, ia pun langsung mengajak berhubungan badan.

"Awalnya saya bilang kalau kayak gitu tuh (persetubuhan) adalah pengorbanan, tapi alasan ini tak berhasil," ujar Helmi di Mapolsek Lakarsantri, Senin (20/2/2012).

Tak kehabisan akal, pada kesempatan berikutnya warga Manukan Lor VI ini mengancam akan menyantet DW jika permintaannya itu tak dituruti. Rupanya ancaman ini berhasil.

"Saya berhubungan badan dengannya sering di kantor, selepas DW ini pulang sekolah," katanya.

Sayang, setelah 13 kali berhasil menyetubuhi DW ulah Helmi tercium polisi. Akhirnya ia pun terancam bakal dipenjara lima tahun karena perbuatannya itu.

Kapolsek Lakarsantri Kompol Kuncoro, mengatakan orang tua DW melaporkan perbuatan Helmi ke polisi.

"Dari laporan ini, tersangka kami amankan dari rumahnya, Minggu (19/2/2012) siang dan sampai saat ini kami masih memeriksanya," ujar Kuncoro diruang kerjanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.