Takut Serangan Balasan, Warga AS Diminta Waspada Usai Pembunuhan Pemimpin Al Qaidah

Merdeka.com - Merdeka.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memperingatkan warga Amerika yang bepergian ke luar negeri agar waspada karena mereka berisiko tinggi diserang setelah pasukan AS membunuh pemimpin Al Qaidah, Ayman al-Zawahiri.

Zawahiri tewas dalam serangan pesawat tanpa awak (drone) pada Minggu subuh di Kabul, Afghanistan. Ini menjadi pukulan terberat bagi Al-Qaidah setelah pendirinya, Osama bin Laden terbunuh pada 2011.

Departemen Luar Negeri meminta warga negara AS meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat bepergian ke luar negeri.

"Informasi terkini menyebutkan organisasi teroris terus merencanakan serangan terhadap kepentingan AS di berbagai kawasan di seluruh dunia," jelas Departemen Luar Negeri dalam pernyataannya, dikutip dari Times of Israel, Rabu (3/8).

"Serangan-serangan ini mungkin menerapkan taktik yang beragam termasuk operasi bunuh diri, pembunuhan, penculikan, pembajakan, dan pengeboman."

Pejabat senior dalam pemerintahan Presiden AS Joe Biden menyebutkan Zawahiri (71), jihadis asal Mesir, sedang berada di balkon rumah tiga lantai di Kabul ketika dihantam rudal "Hellfire" AS. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel