Taliban Akan Kirim Duta Besar ke Berbagai Negara, Ini Reaksi Kemlu RI

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kabul - Pemerintahan Taliban berencana mengirimkan para duta besar ke berbagai negara. Para dubes pilihan Taliban itu akan menggantikan dubes Afghanistan yang dipilih rezim sebelumnya.

Ini artinya duta besar pilihan Taliban juga berpotensi masuk Indonesia.

Namun, muncul persoalan apakah Taliban bisa melakukan hal tersebut mengingat statusnya belum diakui dunia internasional.

Berdasarkan laporan Tolo News, Selasa (23/11/2021), pihak Taliban yakin bahwa para dubes pilihan Taliban akan meningkatkan kinerja diplomatik.

"Aktivitas-aktivitas akan segera meningkat," kata Inamullah Samangnai, deputi juru bicara Emirat Islam Afghanistan.

Sementara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Indonesia masih enggan berkomentar banyak mengenai wacana kehadiran diplomat Taliban ke Indonesia, serta menyiratkan akan memantau situasi terlebih dahulu.

"Kita tunggu saja ya pada waktunya," terang jubir Kemlu, Teuku Faizasyah, kepada Liputan6.com.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Belum Diakui Dunia

Orang-orang berlalu-lalang di jalanan menyusul pembukaan kembali bank dan pasar setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, Afghanistan, pada Sabtu (4/9/2021). Setelah 20 tahun digulingkan, kelompok Taliban kembali menguasai Afghanistan. (AP Photo/Wali Sabawoon)
Orang-orang berlalu-lalang di jalanan menyusul pembukaan kembali bank dan pasar setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, Afghanistan, pada Sabtu (4/9/2021). Setelah 20 tahun digulingkan, kelompok Taliban kembali menguasai Afghanistan. (AP Photo/Wali Sabawoon)

Status pemerintahan Taliban yang tak kunjung diakui dunia menjadi halangan dari rencana ini.

Mantan Dubes Afghanistan di Norwegia, Shukria Barakzai, menyebut mengirim utusan diplomatik tidaklah mungkin kecuali Taliban diakui negara-negara yang dituju.

"Mengangkat orang-orang baru untuk misi-misi diplomatik tidaklah mungkin kecuali pemerintahan Taliban diakui oleh negara-negara di mana mereka ingin mengangkat orang-orang bari," ujarnya.

Hingga kini, pemerintahan masih belum diakui dunia. Hal ini pun berdampak pada keuangan di negara tersebut karena pemerintah asing menyetop mengirim bantuan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel