Taliban Cambuk 12 Orang di Stadion Sepak Bola

Merdeka.com - Merdeka.com - Taliban mencambuk 12 orang termasuk tiga perempuan di depan ribuan penonton di sebuah stadion sepak bola di Afghanistan. Demikian menurut seorang pejabat Taliban kepada BBC.

Bagi Taliban, hukuman cambuk itu dijatuhkan karena orang-orang itu terbukti bersalah melakukan "kejahatan moral" yaitu perzinahan, perampokan, dan seks sesama jenis.

Orang-orang yang dihukum diketahui menerima 21 hingga 39 cambukkan. Umar Mansur Mujahid, juru bicara Taliban untuk wilayah Logar, Afghanistan menyatakan kini ketiga perempuan itu sudah dibebaskan karena telah menjalani hukuman cambuk.

Hukuman cambuk itu diyakini sebagai hukuman cambuk di depan umum kedua yang dilakukan Taliban dalam bulan ini. Sebab beberapa pekan lalu, sejumlah 19 orang juga dihukum cambuk di Provinsi Takhar, Afghanistan utara.

Pencambukan terakhir itu terjadi sepekan setelah pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada memerintahkan seluruh hakim Afghanistan untuk menghukum pelaku kejahatan tertentu dengan hukum Syariah sesuai tafsiran Taliban. Demikian dikutip dari BBC, Kamis (24/11).

Bagi beberapa pihak, hukuman cambuk adalah tanda kembalinya praktik keras yang pemerintah Taliban pernah terapkan sebelumnya pada 1990-an. Taliban pun kembali merampas hak asasi manusia dan kebebasan mereka meski tahun lalu berjanji akan memerintah Afghanistan dengan lebih moderat.

Sebelumnya semenjak berkuasa pada 1996 – 2001, Taliban kerap dikecam karena sering melakukan hukuman di depan umum, seperti pencambukan dan eksekusi di stadion nasional Kabul.

Kini setelah berkuasa kembali, Taliban terlihat tidak akan meninggalkan cara mereka memerintah kala itu. Bahkan pihak Taliban mengulangi penindasan mereka terhadap kelompok perempuan yang menuntut hak asasi mereka dipenuhi.

Reporter magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]