Taliban Incar Orang Amerika Usai Tentara AS Tinggalkan Afghanistan?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kabul - Seorang Ibu hamil diidentifikasi sebagai Nasria (25) asal California yang terdampar di Afghanistan mengatakan bahwa Taliban, sekarang mengincar orang Amerika setelah tentara AS meninggalkan negara itu. Nasria termasuk salah satu di antara 200 orang Amerika yang masih terjebak di Afghanistan.

“Ada suatu hari di mana saya berpikir, 'Apakah saya akan berhasil pulang? Apakah saya akan berakhir tinggal di sini? Apakah aku akan berakhir mati di sini?” ujar Nasria kepada Voice of America dalam wawancara pada Jumat, 3 September.

Dia mengatakan setelah AS menarik tentaranya pada 31 Agustus, Taliban mulai mengincar orang Amerika, seperti dilansir dari New York Post, Senin (06/09/2021).

"Rupanya, mereka door to door alias dari satu pintu ke pintu yang lain untuk mencoba melihat apakah ada orang yang memiliki paspor biru," katanya.

Nasria mengatakan dia melakukan perjalanan ke Afghanistan pada Juni lalu untuk mengunjungi keluarga dan menikahi suaminya yang berkebangsaan Afghanistan, tetapi tidak dapat melarikan diri setelah Taliban mengambil alih Kabul bulan lalu.

Dia menggambarkan keadaan kacau di jalan-jalan sekitar Bandara Internasional Hamid Karzai ketika ribuan orang Afghanistan mencoba melarikan diri dan cobaan berat yang dia dan suaminya lalui untuk mendapatkan penerbangan.

“Sangat sulit untuk naik pesawat. Ada beberapa hari di mana kami harus tidur di jalanan. Orang-orang benar-benar melangkahi yang lain. Betapa buruknya itu [kerusuhan Kabul],” kata Nasria.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Usahanya Gagal untuk Meninggalkan Afghanistan

Seorang tentara Taliban berjaga-jaga ketika penumpang turun dari Kandahar, di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Minggu (5/9/2021). Bandara tersebut kembali dibuka untuk penerbangan domestik. (AP/Wali Sabawoon)
Seorang tentara Taliban berjaga-jaga ketika penumpang turun dari Kandahar, di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Minggu (5/9/2021). Bandara tersebut kembali dibuka untuk penerbangan domestik. (AP/Wali Sabawoon)

Nasria akhirnya menghubungi Departemen Luar Negeri AS dan diberitahu untuk pergi ke area tertentu di mana mereka akan bertemu dan dikawal ke penerbangan evakuasi.

Namun, beberapa saat lagi akan memasuki bandara, Taliban turun tangan. Taliban memblokir Nasria dan suami, yang mengakibatkan mereka tetap tertahan di sana.

"Para pejuang ekstremis menolak untuk membiarkannya melakukan penerbangan meskipun saya menunjukkan paspornya kepada mereka."

"Ada saat ketika saya melewati mereka dan mulai berjalan secepat yang saya bisa, mereka mulai menembak tepat di kaki saya dan menyuruh saya untuk kembali. Jika saya hanya berjarak 15 langkah dari bandara, dan saya diberitahu bahwa orang-orang akan keluar dari bandara untuk menjemput saya. Jadi, harapan apa yang harus saya miliki sekarang?" katanya.

Suami Nasria memohon kepada Taliban untuk mengizinkannya meninggalkan negara itu sendirian, tetapi dia menolak untuk pergi tanpanya. ​​

"Anak saya akan membutuhkan seorang ayah dan saya akan membutuhkan seorang suami di sisi saya,”" kata Nasria.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel