Taliban Kecam Serangan Drone AS yang Tewaskan Pemimpin Al Qaidah

Merdeka.com - Merdeka.com - Taliban mengecam serangan pesawat tanpa awak (drone) Amerika Serikat (AS) di Afghanistan yang menewaskan pemimpin Al Qaidah, Ayman al-Zawahiri pada Sabtu malam.

AS menyatakan Zawahiri terlibat dalam seranga teror 11 September (9/11) yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan AS melakukan serangan itu di sebuah permukiman di ibu kota Kabul.

Dia mengatakan pihaknya sangat mengecam keras serangan tersebut dan menyatakan serangan itu merupakan pelanggaran terhadap "prinsip-prinsip internasional" dan perjanjian penarikan pasukan AS pada 2020, dikutip dari Reuters, Selasa (2/8).

Perjanjian tersebut disepakati AS dan Taliban di Doha. Lalu pada Agustus 2021, pasukan asing yang dipimpin AS menarik diri dari Afghanistan.

Pihak AS tidak memberitahukan rencana serangan drone ini kepada Taliban. Dalam serangkaian cuitan di Twitter, Mujahid mengatakan, "sebuah serangan udara terjadi di sebuah rumah tinggal di Sherpur di Kabul pada 31 Juli."

"Informasi soal serangan ini awalnya tidak diketahui tapi intelijen dan keamanan dari Emirat Islam menyelidiki kejadian ini dan temuan awal menyatakan serangan itu dilakukan oleh drone Amerika." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel