Taliban Ketipu, Pria Kumis Tebal Ternyata Jenderal Kakap Negeri Islam

·Bacaan 1 menit

VIVAPasukan Taliban ternyata sangat mudah dikelabui, bagaimana tidak banyak tokoh militer Republik Islam Afghanistan yang dengan mudah kabur dari negeri itu, dengan cara-cara yang sangat mudah.

Salah satu tokoh militer Afghanistan yang berhasil menipu daya pasukan Taliban adalah Letnan Jenderal Wali Mohammad Ahmadzai. Mantan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Afghanistan dengan leluasa meninggalkan Kabul, hanya bermodal baju preman saja.

Dari informasi yang didapatkan VIVA Militer, Rabu 25 Agustus 2021, jenderal kakap berperawakan tinggi besar yang identik dengan kumisnya yang tebal itu, diketahui kabur meninggalkan Afghanistan beberapa saat setelah Ibukota Kabul jatuh ke tangan Taliban.

Awalnya tak ada yang mengetahui Jenderal Ahmadzai telah kabur meninggal pasukan dan negaranya untuk menyelamatkan diri dari Taliban.

Aksi pengecut sang jenderal baru terungkap setelah sosoknya secara tak sengaja terekam dalam bidikan kamera di Bandar Udara Internasional Hamid Karzai Kabul.

Dalam beberapa foto yang beredar, terlihat jenderal paling diburu oleh Taliban itu dengan santai mengantre menuju pesawat yang akan ditumpanginya untuk kabur dari Afghanistan.

Anehnya, walau nama dan sosoknya cukup terkenal di negeri Islam itu. Namun, tak seorang pun pasukan Taliban mengenalinya. Padahal ketika kabur, Jenderal Ahmadzai tidak melakukan penyamaran yang serius. Dan di sekitar bandara sangat banyak pasukan Taliban yang berjaga.

Dia terlihat cuma mengenakan baju preman panjang berwarna cokelat muda. Dia muncul tak menutupi wajah sama, bahkan kumis kebanggaannya masih melintang gagah.

Jenderal Wali Mohammad Ahmadzai terakhir kali menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat militer Afghanistan. Namun, dia pecat setelah Taliban berhasil merebut beberapa kota di negara itu.

Baca: Lembah Singa Bagai Neraka, Taliban Culik Anak dan Wanita

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel