Taliban Larang Perempuan dan Laki-Laki Makan Bareng di Restoran

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Taliban melarang perempuan dan laki-laki makan bersama di luar dan mengunjungi taman di aktu yang sama di Kota Herat. Demikian dikatakan seorang pejabat Taliban kemarin.

Pejabat di Kementerian Amar Maruf Nahi Munkar Kota Herat, Riazullah Seerat, mengatakan pemerintah "meminta laki-laki dan perempuan untuk dipisahkan di restoran."

Dia mengatakan kepada kantor berita AFP, para pemilik restoran sudah diperingatkan soal aturan ini meski jika laki-laki dan perempuan itu suami istri.

Seorang perempuan Afghan yang tidak ingin diketahui namanya mengatakan sang manajer restoran memberi tahu kepadanya dia dan suaminya harus duduk terpisah di sebuah restoran pada Rabu lalu.

Safiullah, manajer restoran tersebut, membenarkan dia sudah menerima peringatan dari kementerian itu.

"Kami sudah menaati aturan itu tapi jadinya berdampak sangat negatif kepada bisnis kami," kata Safiullah, seperti dilansir laman Al Arabiya, Jumat (13/5). Menurut dia, jika aturan ini diteruskan maka dia terpaksa akan memecat karyawan.

Seerat juga mengatakan kantornya sudah mengeluarkan fatwa yang mengharuskan kaum adam dan hawa dipisahkan di taman publik. Laki-laki dan perempuan boleh mengunjungi taman di hari yang berbeda.

"Kami sudah memberi tahu perempuan untuk mengunjungi taman pada Kamis, Jumat, dan Sabtu," kata dia. "Di hari lain hanya dibolehkan untuk kaum pria yang bisa bersantai dan berolah raga."

Bagi kaum perempuan yang ingin berolah raga di hari itu harus "mencari tempat yang aman atau melakukannya cukup di rumah saja," kata dia.

Afghanistan memang selama ini dikenal sebagai negara yang konservatif dan patriarki namun sudah biasa perempuan dan laki-laki bisa makan bersama di restoran, terutama di Herat, kota yang dikenal paling liberal menurut standar Afghanistan.

Sejak berkuasa Agustus tahun lalu Taliban memberlakukan aturan yang cukup ketat memisahkan laki-laki dan perempuan menurut pemahaman mereka atas ajaran Islam.

Taliban sebelumnya berjanji akan lebih melunak dibanding ketika mereka masih berkuasa pada 1996 hingga 2001.

Pihak berwenang di Herat juga sudah memerintahkan instruktur pelatihan mengemudi berhenti memberikan surat izin kepada pengemudi perempuan.

Perempuan di Afghanistan juga dilarang bepergian sendiri dan pekan lalu pemerintah meminta mereka memakai burka untuk menutupi seluruh tubuh dari ujung kaki hingga kepala. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel