Taliban Larang Tukang Cukur Potong Jenggot, Pelanggar Bakal Dihukum

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kabul - Taliban telah melarang tukang cukur rambut di Provinsi Helmand, Afghanistan, untuk mencukur atau memotong jenggot. Dengan mengatakan hal tersebut melanggar syariat Islam.

Siapa pun yang melanggar aturan akan dikuhum, kata polisi agama Taliban.

Dilansir dari laman BBC, Senin (27/9/2021), beberapa tukang cukur di ibu kota Kabul pun mengatakan hal serupa.

Perintah tersebut memberi kesan Taliban kembali menerapkan aturan ketat di masa lalu, meski mereka menjanjikan bentuk pemerintahan yang lebih ringan.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada bulan Agustus lalu, Taliban telah menerapkan hukuman keras terhadap lawannya. Pada hari Sabtu, Taliban dilaporkan menembak mati 4 orang yang diduga penculik dan tubuh mereka digantung di jalan-jalan provinsi Herat.

Dalam pengumuman yang dipasang di salon di Provinsi Helmand selatan, Taliban memperingatkan bahwa tukang cukur harus mengikuti hukum Syariah dalam hal memotong rambut dan jenggot.

“Tidak ada yang berhak untuk mengeluh,” demkian bunyi pengumuman tersebut.

“Para militan terus datang dan memerintahkan kami untuk berhenti mencukur jenggot,” ujar seorang tukang cukur di Kabul. “Salah satu dari mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka (Taliban) dapat mengirim inspektur yang menyamar untuk menangkap kita.”

Tukang cukur lain, yang mengelola salah satu salon terbesar di kota itu, mengatakan ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat pemerintah. Mereka memberi perintah untuk berhenti mengikuti gaya Amerika dan jangan mencukur jenggot siapa pun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perintah Baru Membuat Tukang Cukur Sulit Mencari Nafkah

Ilustrasi tukang cukur (Gambar oleh Renee Olmsted dari Pixabay)
Ilustrasi tukang cukur (Gambar oleh Renee Olmsted dari Pixabay)

Selama masa kekuasaan pertama Taliban dari 1996 hingga 2001, kelompok Islam garis keras tersebut melarang gaya rambut flamboyan dan bersikeras bahwa seorang pria harus menumbuhkan jenggot.

Namun sejak saat itu, jenggot yang dicukur bersih sedang populer dan banyak pria Afghanistan yang pergi ke salon untuk mendapatkan potongan modis.

Para tukang cukur, yang tidak disebutkan namanya untuk melindungi keselamatan mereka, mengatakan bahwa aturan baru itu membuat mereka sulit mencari nafkah.

“Selama bertahun-tahun salon saya menjadi tempat bagi kaum muda untuk bercukur sesuai keinginan mereka dan tampil modis,” tutur salah satu tukang cukur kepada BBC. “Tidak ada gunanya melanjutkan bisnis ini.”

“Salon fashion dan tukang cukur menjadi bisnis terlarang,” tutur yang lain. “Ini adalah pekerjaan saya selama 15 tahun dan saya rasa saya tidak bisa melanjutkannya.”

Tukang cukur lain di kota barat Herat mengatakan bahwa meski ia belum menerima perintah resmi, ia telah berhenti menawarkan cukur jenggot.

“Pelanggan tidak mencukur jenggot (karena) mereka tidak ingin menjadi sasaran Taliban di jalanan. Mereka ingin terlihat seperti mereka (Taliban).”

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel