Taliban Sebut Pembentukan Pemerintahan Baru Sudah di Tahap Akhir

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kabul - Taliban menyatakan bahwa pembentukan pemerintah baru Afghanistan sedang dalam tahap akhir. Hal ini disampaikan oleh pihak Taliban ketika AS menarik pasukannya.

“Pemerintah akan terbentuk dalam beberapa hari ke depan,” Anas Haqqani, seorang pemimpin senior Taliban, seperti dikutip oleh Al Jazeera, Rabu (1/9/2021).

Dia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang akan menjadi bagian dari kabinet baru.

“Sekitar 90 hingga 95 persen sudah kami liput dan kami akan umumkan hasil akhirnya dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Haqqani berbicara kepada Al Jazeera sesaat sebelum pesawat militer AS terakhir berangkat dari Bandara Internasional Hamid Karzai mendekati tengah malam waktu setempat (19:30 GMT) pada hari Senin – secara resmi mengakhiri perang hampir dua dekade AS di Afghanistan.

Tembakan perayaan terdengar di seluruh Kabul setelah penarikan pasukan AS.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pemerintahan Baru oleh Taliban

Pasukan khusus Taliban tiba di dalam Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS, di Kabul, Afghanistan, Selasa (31/8/2021).  Taliban menguasai penuh bandara internasional Kabul pada Selasa, setelah pesawat AS meninggalkannya landasan pacu. (AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)
Pasukan khusus Taliban tiba di dalam Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS, di Kabul, Afghanistan, Selasa (31/8/2021). Taliban menguasai penuh bandara internasional Kabul pada Selasa, setelah pesawat AS meninggalkannya landasan pacu. (AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)

Haqqani mengatakan kepada Al Jazeera dalam wawancara sebelumnya bahwa tujuan keseluruhan dari pemerintah baru adalah “untuk mempertahankan dan setia pada apa yang kita perjuangkan. Untuk melayani rakyat Afghanistan dan untuk melayani Islam”.

Taliban mengatakan ingin membentuk pemerintahan "inklusif" dan telah berbicara dengan anggota pemerintahan sebelumnya untuk mendorong mereka bergabung dengan pemerintahan baru.

Ia juga berjanji untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan perempuan “dalam hukum Islam”.

Namun, puluhan ribu warga Afghanistan mati-matian mencoba melarikan diri dari negara itu setelah Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus.

Banyak orang Afghanistan takut akan kembalinya kekuasaan brutal Taliban antara tahun 1996 dan 2001, ketika hak-hak perempuan sangat dibatasi dan kelompok itu menjatuhkan hukuman yang tegas sesuai dengan interpretasi kerasnya terhadap hukum Islam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel