Taman Bacaan Pelangi Meluncurkan Beasiswa Khusus untuk Siswi di Flores

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2019 menyebutkan bahwa rata-rata angka lama sekolah penduduk 15 tahun ke atas adalah 7,99 tahun. Data ini mengungkapkan bahwa mayoritas penduduk di NTT hanya bersekolah selama 8 tahun, yaitu hingga di jenjang SMP kelas 2.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, hari ini Taman Bacaan Pelangi meluncurkan Girls’ Scholarship Program, sebuah program beasiswa khusus untuk siswi perempuan di Flores, Nusa Tenggara Timur. Beasiswa jangka panjang ini diberikan untuk siswi-siswi yang saat ini berada di jenjang SMP di kabupaten Ende dan Nagekeo, Flores, hingga mereka lulus SMA.

Program Girls’ Scholarship dari Taman Bacaan Pelangi ini merupakan program dengan komitmen panjang. Program ini ditujukan khusus untuk siswi-siswi perempuan yang saat ini berada di jenjang SMP kelas 2, berprestasi, dan berasal dari keluarga prasejahtera. Beasiswa diberikan hingga mereka lulus SMA. Hal ini disesuaikan dengan data tingkat putus sekolah yang ada di Indonesia secara umum, maupun data di NTT secara khusus.

Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco mengatakan, “Atas nama pemerintah Kabupaten Nagekeo, kami mengapresiasi kepedulian Taman Bacaan Pelangi terhadap kemajuan anak-anak perempuan di daerah kami. Beasiswa ini sangat berarti bagi para siswi-siswi dan keluarga mereka.Hal ini juga secara tidak langsung sudah berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas masyarakat di Nagekeo”.

Alasan Fokus kepada Anak Siswa Perempuan

Share Your Stories/copyright shutterstock By aslysun
Share Your Stories/copyright shutterstock By aslysun

Data yang dilansir oleh BPS Provinsi NTT 2017 mencatat bahwa anak perempuan yang mampu menamatkan pendidikan dasar (SD) di NTT hanya sebesar 37,58%. Jumlah anak perempuan yang kemudian melanjutkan pendidikan dari sekolah dasar terus mengalami penurunan secara drastis untuk tingkatan jenjang yang lebih tinggi.

Lebih lanjut menurut Survei Angkatan Kerja Nasional Tahun 2016, sebanyak 53.07% perempuan NTT berusia 15 tahun ke atas hanya mampu bekerja di sektor primer (bidang pertanian). Status mereka pun merupakan pekerja keluarga atau pekerja tak dibayar.

Untuk itulah Taman Bacaan Pelangi membuat Girls’ Scholarship Program untuk membantu anak perempuan sebagai kelompok yang paling rentan putus sekolah. Mereka putus sekolah karena disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor ekonomi, hingga faktor budaya di Indonesia, terutama di daerah pelosok, yang masih kental dengan patriarki. Pada akhirnya, banyak anak perempuan di NTT terpaksa harus putus sekolah untuk membantu mengurus rumah tangga atau bahkan menikah dini.

“Dengan adanya program Girls’ Scholarship ini, kami ingin membantu mengurangi angka putus sekolah di Indonesia, khususnya bagi anak-anak perempuan. Dan ini bukan program beasiswa biasa. Penerima beasiswa tidak hanya diberikan biaya untuk keperluan sekolah, namun juga ada berbagai program lainnya untuk mengembangkan kemampuan mereka. Kami merancang program ini sedemikian rupa agar anak-anak perempuan ini tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang penuh percaya diri dan berdaya.An empowered girl will empower her family and her society”, tambah Nila Tanzil.

Proses Seleksi Program Girls’ Scholarship dari Taman Bacaan Pelangi

Share Your Stories/copyright shuttersock
Share Your Stories/copyright shuttersock

Proses seleksi terdiri dari beberapa gelombang. Gelombang pertama, sebanyak 20 siswi sudah lolos dan terpilih sebagai penerima beasiswa dan diumumkan hari ini.

Proses seleksi kandidat penerima beasiswa sudah berlangsung sejak Oktober 2020 dan melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Pendidikan di Kabupaten Nagekeo dan Ende, para kepala sekolah, serta para pemuka masyarakat. Wakil dari Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten dan para pemuka masyarakat dilibatkan sebagai juri dalam proses seleksi kandidat.

Proses seleksi yang berlangsung cukup lama dan detail dilakukan melalui berbagai tahap, yaitu: 1) review dokumen (rapor siswa); 2) penilaian essay siswi; 3) wawancara; 4) kunjungan rumah- home visit untuk memastikan kondisi keluarga kandidat dan interview dengan anggota keluarga.

Semoga informasi ini bermanfaat.

#ElevateWomen