Taman Budaya Kalsel berupaya angkat kesenian Damarwulan

Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan berupaya mengangkat kesenian teater tradisional Damarwulan yang sudah mulai minim pelaku seninya.

Menurut Kepala Taman Budaya Provinsi Kalsel Suharyanti di Banjarmasin, Rabu, teater Damarwulan makin redup eksistensinya, hingga diupayakan untuk dihidupkan lagi.

"Intinya karena teater tradisi Damarwulan salah satu kesenian yang hampir tidak pernah di tampilkan lagi atau diminta pada acara-acara di masyarakat seperti di acara perkawinan atau acara kegiatan desa," ujarnya.

Teater yang menceritakan lakon kerajaan zaman dahulu seperti cerita wayang tersebut saat ditampilkan Taman Budaya pada 19 Juni 2022 di panggung terbuka Taman Budaya cukup menarik keingintahuan masyarakat.

"Artinya masyarakat masih tertarik dengan kesenian ini, dulu termasuk pentas teater yang disukai warga Banjar, sebab dimainkan juga dengan jenaka," tutur Suharyanti.

Baca juga: ISI Denpasar dukung pemajuan kebudayaan dengan rekonstruksi kesenian
Baca juga: Taman Budaya Kalsel pentas seni religi pada gelar pesona seni Ramadhan

Dinamakan teater Damarwulan, karena teater ini dulunya pentas malam hari yang hanya diterangi obor dari getah kayu damar dan diterangi bulan purnama, hingga jadi disebutnya Damarwulan tersebut.

Suharyanti mengakui tidak mudah lagi menampilkan teater tradisi yang banyak seniman terlibat main di dalamnya ini seperti aslinya dulu, hingga kini ada sedikit modifikasi kekinian.

"Tapi tetap lebih besar pakemnya ditampilkan," ujarnya.

Dengan harapan ditampilkannya teater Damarwulan yang dimainkan Sanggar Badawa Banjarmasin dengan mengangkat kisah Prahara Berkasih Dewi Larasati tersebut bisa menarik minat generasi muda untuk menjadi regenerasi kesenian ini.

Suharyanti memastikan Taman Budaya akan terus berupaya melestarikan kesenian ini dan membina para penggiatnya yang sudah sangat minim, seperti kesenian tradisi lainnya, hingga jangan sampai hilang dimakan waktu.

"Kita ingin generasi seterusnya di daerah ini tahu akan kesenian khas daerahnya, seperti Damarwulan ini," ujarnya.

Baca juga: Taman Budaya Kalsel gelar konser peluncuran 12 lagu Banjar

Baca juga: Kongres bahasa Banjar pertama digelar di Banjarmasin

Baca juga: Banjar Kaja Sesetan gelar Festival Omed-omedan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel