Taman literasi Christina Martha Tiahahu luncurkan buku digital

Taman literasi Martha Christina Tiahahu meluncurkan buku yang bisa diakses secara digital yang jarang dimiliki perpustakaan atau ruang baca lainnya di DKI Jakarta.

"Alur meminjam buku konsepnya digital merupakan pertama di Indonesia. Jadi ada 300 koleksi buku yang bisa diakses tapi harus dari sini," kata pengelola area operasi Taman Martha Christina Tiahahu Waskita Cahya saat ditemui, Jakarta, Selasa.

Pria yang akrab disapa Aski ini mengatakan pengaksesan buku digital tersebut hanya bisa aktif di area taman literasi tersebut.

Nantinya pengunjung bisa secara bebas dan gratis mengakses ratusan buku yang sudah tersedia menggunakan aplikasi pemindai QR.

Sementara itu, Aski menyebutkan perawatan 1.000 koleksi buku yang ada di ruang perpustakaan berkoordinasi dengan pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta dan Balai Pustaka.

"Sebagian mitra pekerjanya juga memberikan sumbangsih buku untuk totalnya kurang lebih seribu dan bukunya beragam untuk anak kecil hingga dewasa," sambungnya.

Harapan Aski, taman literasi ini dibuat untuk segala kalangan sebagai titik kumpul guna memberikan gagasan maupun mengekspresikan isi setelah membaca buku.

Dengan demikian, hal ini bisa menjadi sarana positif untuk fokus meningkatkan budaya membaca karena sesuai dengan konsepnya yakni sebagai taman literasi, kata dia.

Aski mengatakan taman yang dulunya terkesan kurang terawat itu direvitalisasi untuk membuat sebuah ruang publik agar masyarakat bisa meningkatkan budaya literasi melalui perbaikan sarana dan prasarana.

Ke depannya, taman yang berada di kawasan Blok M ini bisa ramai dengan berbagai acara terkait literasi.

"Pesan dari pak Anies memang membuat agenda rutin untuk memeriahkan taman. Nanti ada juga kedai kopi dan komersial lainnya," tutup Aski.

Bagi yang tertarik mengunjungi Taman literasi Christina Martha Tiahahu Blok M, bisa mengunjunginya setiap hari pukul 07.00-22.00 WIB.

Taman di Jalan Sisingamangaraja ini memiliki luas 20.960 meter persegi (m2) dibangun dengan konsep industrial yang dilengkapi dengan pepohonan rindang dan memanjakan mata.

Sejumlah fasilitas tersedia di taman ini, yakni Galeri Jakhabitat, Paviliun Literasi, Amphiteater Banda, Taman Atap Abubu, Plaza Kabaresi, mushala, ruang menyusui, dan akses menuju MRT.

Taman yang direvitalisasi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Mass Rapid Transit (MRT) ini dikelola oleh anak perusahaannya, yakni PT Integritas Transit Jakarta (ITJ).
Baca juga: Warga berharap DKI Jakarta perbanyak taman literasi
Baca juga: Anies berharap Taman Christina Martha Tiahahu jadi pusat literasi
Baca juga: Anies melukis di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu