Tambahan Makan untuk Jemaah Haji Bisa Direalisasikan pada 2021?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) berencana menambah jumlah porsi makan jemaah haji menjadi 50 kali dari sebelumnya 40 kali. Penambahan jumlah porsi makanan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

“Memang rencana awal kami ingin menambah jumlah porsi makan itu menjadi 50 kali dari 40 kali, jadi semata-mata untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada jemaah haji,” kata Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid, dalam Perjanjian Kerja Sama Optimalisasi UKM dalam Memenuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah, Rabu (13/1/2021).

Namun Wamenag mengatakan, pihaknya belum yakin terkait peningkatan porsi makan tersebut untuk pelaksanaan haji 2021. Hal ini lantaran kondisi pandemi covid-19 ini belum tahu kapan terakhirnya.

Kementerian Agama akan terus mengupayakan berbagai opsi agar pelaksanaan Haji 2021 bisa terlaksana. Beberapa upaya tersebut diantaranya kemungkinan haji bisa dilaksanakan secara normal.

“Kami akan terus melakukan ikhtiar, setidaknya pertama diselenggarakan dengan cara normal dan kuota penuh tapi itupun Saya kira akan sedikit ragu,” katanya.

Opsi yang kedua yakni dilakukan dengan pembatasan-pembatasan misalnya sebanyak 50 persen Jemaah haji yang diperbolehkan melaksanakan ibadah haji ke Arab Saudi. Namun Kementerian Agama masih akan terus memantau dan melakukan komunikasi koordinasi dengan pihak Arab Saudi terkait pelaksanaan haji 2021.

“Kemudian opsi yang paling pahit adalah kalau misalnya Arab Saudi belum atau tidak menyelenggarakan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, ya kami tidak akan melaksanakan. Namun kami akan terus menunggu untuk informasi atau keputusan dari pemerintah Arab Saudi,” pungkasnya.

Jemaah Haji 2021 akan Dapat Tambahan Makan 10 Kali di Arab Saudi

Calon jemaah haji kloter pertama mengantre saat melakukan kelengkapan administrasi di Asrama Haji, Jakarta, Sabtu (6/7/2019). Pengecekan kelengkapan administrasi berupa cek kesehatan, foto biometrik dan sidik jari untuk keperluan imigrasi di embarkasi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Calon jemaah haji kloter pertama mengantre saat melakukan kelengkapan administrasi di Asrama Haji, Jakarta, Sabtu (6/7/2019). Pengecekan kelengkapan administrasi berupa cek kesehatan, foto biometrik dan sidik jari untuk keperluan imigrasi di embarkasi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, pemerintah berencana menambah jumlah makanan jemaah haji di Arab Saudi sebanyak 10 kali pada tahun ini. Sehingga selama menjalani ibadah di Saudi, jemaah haji akan mendapatkan 85 kali makan.

"Rencananya pada penyelenggaraan haji 2021 ini jumlah makanan akan ditambah 10 kali ketika jamaah ada di tanah suci," kata Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Zainut menuturkan biasanya para jemaah haji mendapatkan makan sebanyak 75 kali selama pelaksanaan ibadah haji. Rinciannya, 40 kali makan di Mekkah, 1 kali makan di Bandara Jeddah, 18 kali makan di Madinah dan 15 kali makan di Arafah dan Mina.

Jemaah haji juga mendapatkan satu paket makan selama di Musdhalifah. Selain makanan pokok, jemaah juga mendapatkan makanan ringan di Mekkah dan Madinah.

Mereka juga mendapatkan 1 paket kelengkapan konsumsi berupa teh, kopi, saus, kecap, gelas, dan sendok yang dikemas dalam satu box berupa goodie bag.

Berbagai fasilitas dan tambahannya ini diberikan dalam rangka memberikan fasilitas terbaik bagi para jemaah haji.

"Jemaah haji Indonesia di Arab Saudi selama 40 hari. Setiap hari buruh asupan makanan yang cukup agar tetap sehat dan bugar dalam melaksanakan ibadah," kata Zainut.

Saksikan video pilihan berikut ini: