Tambang Batu Giok Terbesar Dunia Runtuh, Ratusan Orang Tewas

Ezra Sihite, Wahyu Firmansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tambang batu giok longsor terjadi di daerah Hpakant, Kachin, Myanmar. Bencana alam itu membuat ratusan orang meninggal dunia. Kini sudah ditemukan 162 korban meninggal dunia. Tim penyelamatan masih terus melakukan penyisiran di wilayah tambang untuk mencari penambangan yang masih hilang.

Dikutip dari BBC, petugas penyelamatan mengatakan longsornya tambang yang dipenuhi oleh lumpur dan batu itu terjadi saat hujan deras melanda wilayah pertambangan.

Myanmar memang merupakan salah satu sumber batu giok terbesar di dunia. Namun cukup sering terjadi kecelakaan di wilayah pertambangan dengan banyaknya orang yang bekerja mencari batu.

Departemen pemadam kebakaran negara itu mengatakan bahwa para penambang batu giok tersapu oleh gelombang lumpur setelah hujan deras melanda wilayah itu.

"162 mayat ditemukan dan 54 orang yang terluka dibawa (ke rumah sakit)," kata pihak departemen. Masih belum diketahui berapa angka pasti korban yang masih tertimbun dalam longsoran lumpur itu.

Menteri Urusan Sosial Negara Bagian Kachin, Dashi La Seng mengatakan bahwa lumpur tiba-tiba saja mengalir seperti tsunami.

"Tiba-tiba sejumlah besar lumpur bersama dengan air hujan mengalir ke dalam lubang. Itu seperti tsunami," kata Dashi La Seng.

Sebenarnya Kepolisian setempat telah memberikan peringatan kepada warga untuk tidak melakukan penambangan karena curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan. Namun, tetap saja masih ada penambang yang tetap bekerja.

Perdagangan batu giok Myanmar dilaporkan bernilai lebih dari US$30 miliar per tahun. Hpakant adalah situs tambang batu giok terbesar di dunia.

"Mencari batu mulia secara tradisional adalah satu-satunya pekerjaan bagi orang-orang di daerah ini. Mereka tidak punya pilihan mata pencaharian lain," kata penduduk setempat Shwe Thein .

"Mereka akan menambang dengan cara apa pun apakah mereka memiliki izin resmi atau tidak. Meskipun tanah longsor terus terjadi, banyak organisasi termasuk kelompok bersenjata, yang terlibat dalam penambangan batu giok mengatakan situasi di sini baik. Jadi sulit bagi dunia luar untuk mengetahui situasi nyata di sini,” kata dia.


Baca juga: Erick Thohir: Sudah 53 Kasus Korupsi Saya Temukan