Tambang Emas Baru Pertamina Ada di Mandalika

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Deru suara motor bakal kencang terdengar ketika pembalap World Superbike menyelesaikan musim kompetisi 2021 di Mandalika, Lombok, 19-21 November mendatang.

Di tengah sengitnya persaingan, seluruh mata yang menyaksikan, baik langsung maupun dari layar kaca, bisa melihat logo salah satu perusahaan kebanggaan negara gagah terpajang pada Tikungan 10. Pertamina hadir di sana setelah menjadi sponsor resmi sirkuit. Trek itu kini bernama resmi Pertamina Mandalika International Street Circuit.

"Dukungan sponsor untuk Sirkuit Mandalika adalah bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya dengan sinergi BUMN mengembangkan sektor pariwisata," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam acara peluncuran virtual, 7 Oktober lalu.

Pertamina mendapat sejumlah keuntungan dengan menjadi sponsor Sirkuit Mandalika. Pertama, sektor otomotif sangat dekat dengan produk Pertamina. Maka, berbagai kegiatan yang bakal digelar, termasuk MotoGP, bisa digunakan untuk mempromosikan produk Pertamina di skala global.

Kedua, Pertamina memiliki peluang besar untuk mengembangkan aplikasi MyPertamina yang bisa digunakan secara luas untuk kegiatan di Sirkuit Mandalika. Mulai dari penjualan tiket hingga merchandise.

Terakhir, Pertamina merupakan perusahaan yang sedang melakukan transisi energi. Sementara Nusa Tenggara Barat memiliki kekayaan potensi energi bersih seperti panas matahari. Pertamina kemudian bisa mengembangkan proyek, sekaligus memperkenalkan upaya perusahaan menuju energi bersih.

Dengan berbagai kesempatan ini, Mandalika layak disebut menjadi tambang emas bagi Pertamina.

Dukungan untuk Olahraga

Pembalap Pertamina Mandalika, Bo Bendsneyder. (Pertamina Mandalika)
Pembalap Pertamina Mandalika, Bo Bendsneyder. (Pertamina Mandalika)

Keputusan menjadi sponsor Sirkuit Mandalika merupakan manuver Pertamina selanjutnya dalam usaha memperkuat posisi di dunia. Sebelumnya mereka mendukung Mandalika Racing Team yang berkolaborasi dengan SAG Team dari Spanyol untuk berkompetisi di Moto2 mulai tahun ini.

Selain itu, Pertamina juga aktif mendukung berkembangnya dunia otomotif di Tanah Air. Salah satunya dengan mendukung Rio Haryanto dan Sean Gelael.

Pentas global memang harus jadi tujuan Pertamina selanjutnya. Apalagi mereka sudah berstatus perusahaan terbesar di Tanah Air pada 2020 menurut daftar yang disusun Fortune.

Kejuaraan Dunia Balap Motor, khususnya MotoGP, adalah panggung ideal bagi Pertamina untuk melaksanakan itu. TotalEnergies mencatat setiap seri persaingan MotoGP disaksikan 400 juta orang lebih, atau lima miliar per musim kompetisi.

Penempatan logo Pertamina di Sirkuit Mandalika juga sempurna. Tikungan 10 punya beberapa keistimewaan. Selain jadi tikungan tertajam, hadir pemandangan indah karena berhadapan langsung dengan Pantai Seger.

Dukungan Lain

Area sirkuit ini dibangun di daerah wisata. Para pembalap dan penonton akan disuguhkan oleh pemandangan indah laut dan bukit yang mengelilingi bagian sirkuit.
Area sirkuit ini dibangun di daerah wisata. Para pembalap dan penonton akan disuguhkan oleh pemandangan indah laut dan bukit yang mengelilingi bagian sirkuit.

Sebelum menjadi sponsor venue, Pertamina turut ambil bagian pada proyek pembangunan Sirkuit Mandalika dengan menyediakan aspal. Tidak hanya untuk trek balap, melainkan juga bagi lokasi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

“Tentunya ini menjadi sebuah kebanggaan bagi Pertamina bisa ikut berkontribusi terhadap Indonesia dalam pembangunan Sirkuit Mandalika yang akan menggelar kasta tertinggi dari kontes balap motor di dunia,” ungkap Unit Manager Communication & CSR Pertamina Regional Jatimbalinus Deden Mochammad Idhani.

Pertamina memang tidak boleh melewatkan momen istimewa di depan mata. Indonesia sudah menanti lebih dari dua dekade untuk menggelar ajang otomotif level dunia.

Terakhir kali Tanah Air menghadirkan persaingan terjadi tahun 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor. Kala itu Indonesia menggelar balapan kelas 125cc, 250cc, dan 500cc untuk dua edisi kompetisi.

Aksi Pembalap Dunia

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. (AFP/KARIM JAAFAR)
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. (AFP/KARIM JAAFAR)

Sempat tertunda setahun karena pandemi Covid-19, Indonesia berharap bisa menggelar ajang kelas dunia di Mandalika. Yang terdekat adalah Idemitsu Asia Talent Cup pada 12-14 November. Sepekan kemudian hadir World Superbike.

Puncaknya berlangsung tahun depan. Dorna selaku operator kompetisi menempatkan Sirkuit Pertamina Mandalika sebagai salah satu tes pramusim pada 11-13 Februari. Di sana Fabio Quartararo dan pembalap kelas dunia lainnya bisa menjajal trek berjarak 4.310 km dengan 17 tikungan tersebut, sebelum melakoni balapan resmi pada 18-20 Maret 2022.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel